Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Maret 2022

Best Everlasting Love

Judul asli dari FB: *SUAMI DI USIA SENJA* 💐🍀🌺

Di sebuah rumah sederhana yang asri, tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja.
Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan.

Sang suami merupakan seorang pensiunan, sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.
Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah, mereka menolak ketika putra-putri mereka, menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka.

Jadilah mereka, sepasang suami istri yang sudah renta itu, menghabiskan waktu mereka yang tersisa, di rumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa, dalam keluarga itu.

Suatu senja ba’da Isya di sebuah masjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang dikenakannya ke masjid tadi.
Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri seraya bertanya mesra :
“Kenapa Bu?”
Istrinya menoleh sambil menjawab: “Sandal Ibu tidak ketemu, Pak”.
“Ya sudah pakai ini saja”, kata suaminya, sambil menyodorkan sandal yang dipakainya.
Walau agak ragu, sang istri tetap memakai sandal itu, dengan berat hati.

Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya.
Jarang sekali ia membantah, apa yang dikatakan oleh sang suami.
Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.

“Bagaimanapun usahaku untuk ber terima kasih pada kaki istriku, yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya".

Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku, saat aku pulang kerja,

Kaki yang telah mengantar anak-anakku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”.

Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus, dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah, tempat bahagia bersama…

Karena usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan.
Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut, mengambil gunting kuku dari tangan istrinya.
Jari-jari yang mulai keriput itu, dalam genggamannya mulai dirapikan, dan setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut, dan bergumam :
“Terima kasih ya Bu ”.
“Tidak, Ibu yang seharusnya berterima kasih sama Bapak, telah membantu memotong kuku Ibu”, tukas sang istri tersipu malu. ☺

“Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa, yang belum tentu sanggup aku lakukan.
Aku takjub, betapa luar biasanya Ibu. Aku tahu semua takkan terbalas sampai kapanpun”, kata suaminya tulus.

Dua titik bening menggantung di sudut mata sang istri...
“Bapak kok bicara begitu?
Ibu senang atas semuanya Pak, apa yang telah kita lalui bersama, adalah sesuatu yang luar biasa.
Ibu selalu bersyukur, atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk.
Semuanya dapat kita hadapi bersama”.

Hari Jum’at yang cerah, setelah beberapa hari hujan.
Siang itu, sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Sholat Jum’at.
Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri, menatap tepat pada matanya, sebelum akhirnya melangkah pergi.
Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri, hingga saat beberapa orang mengetuk pintu, membawa kabar yang tak pernah diduganya.....
Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia.
Ia telah pulang menghadap Sang Penciptanya, ketika sedang menjalankan ibadah Sholat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tasyahud Akhir.

Masih dalam posisi duduk sempurna, dengan telunjuk ke arah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.
*"Innaa Lillaahi Wainnaa ilaihi Rooji'uun"*

“Maasyaa Allooh .... sungguh akhir perjalanan hidup yang indah”, demikian gumam para jama’ah, setelah menyadari ternyata dia telah tiada, di akhir sholat Jum'at...

Sang istri terbayang, tatapan terakhir suaminya, saat mau berangkat ke masjid.
Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan, pengganti ucapan "Selamat Tinggal ...".
Ataukah suaminya khawatir, meninggalkannya sendiri, di dunia ini. Ada gundah menggelayut di hati sang istri, Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya.

Tapi kehilangan suami yang telah di dampinginya selama puluhan tahun, cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun, keikhlasan dihatinya, yang bisa menghambat perjalanan sang suami, menghadap Sang Khalik.

Dalam do’a, dia selalu memohon kekuatan, agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan, pada tempat yang layak.

Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya.
Dengan wajah yang cerah, sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri, dengan lembut.
“Apa yang Bapak lakukan?", tanya istrinya senang bercampur bingung.
“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang...
» Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan di dunia ini berakhir sekalipun.
» Bapak selalu butuh Ibu.
» Saat disuruh memilih pendamping, Bapak bingung, kemudian bilang "Pendampingnya tertinggal", Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu”.

Istrinya menangis, sebelum akhirnya berkata :
“Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong, kalau Ibu takut sekali tinggal sendirian...
Kalau ada kesempatan mendampingi Bapak sekali lagi, dan untuk selamanya, tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan."
Sang istri mengakhiri tangisannya, dan menggantinya dengan senyuman.

❤ Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya…

هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ

*_"Istri mu itu adalah 'Bajumu' dan Suami mu itu adalah 'Bajumu' pula."_*
*QS Al-Baqarah : 187*

Semoga bisa mempererat cinta kasih yang sejati pasutri (pasangan suami istri), ... karena Alloh... Aamiin... 😭

Ya Robb... jadikan keluarga kami _Sakinah Mawaddah wa Rohmah_, Wafatkan kami dalam keadaan HUSNUL KHOTIMAH... Aamiin... 🤲🏻

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo mau disimpan sendiri juga gak apa apa.

*_Rosululloh SAW bersabda :_*! "Siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." *(HR. Al-Bukhari)*

_Silahkan bagikan di groupmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLOH SWT._
Yaa ALLOH...
*Aamiin ya Robbal Aalamiin.*
Salam ibadah dari Muslimin, SP.

Rabu, 20 Januari 2021

Senandung Ta'aruf

Sebelumnya aku tak mengenalmu
Sama, engkau juga begitu
Karenaya, kutakkan berikan cintaku
Hingga saatnya waktu
Rabb, meridhoi niat suci itu

Aku menjelajah, tentangmu
Ku renungi biodatamu
Kabar dari murabbi dan kerabatmu
Teman-teman dakwah dan mu'amalahmu
Jadi referensiku

Wahai akhi,
Ku coba selalu menjaga
Jernihnya padangan hatiku
Tentangmu,
Netralkan diri, tanpa mendekte illahi
Ta'aruf tidaklah pasti
JADI,

Wahai akhi, 
Apakah engkau takdirku?
Biarlah Allah yang menyibak tabir itu
Dalam shalat malam dan istikharah cintaku

Hingga saatnya waktu
Aku dan kamu tak ragu
Untuk bersatu,

Inilah jalan syar'i
Dalam senandung ta'aruf yang kita jalani
Semoga Allah selalu meridhoi
Aamiin ...

By: Cicik Rahayu
19 Januari 2021

Senin, 18 Januari 2021

Menjahit Cinta

Bicara soal cinta memang gak ada habisnya, ada aja ceritanya. Sadar mau tidak dalam berumah tangga tak bisa dipungkiri cinta itu ritmenya fluktuatif, kadang naik kadang turun. Disinilah kita butuh yang namanya introspeksi. Apakah cinta itu butuh disemai, direfresh, atau mungkin udah saatnya dijahit. 

Nah, disinilah kita butuh sejenak merenungi. Bisa jadi saat ini cinta yg kita miliki sedang banyak sobeknya, bolong-bolong karena mungkin kurang perawatan dan kurang hati-hati menjaganya. 

Menjahit Cinta
Terus gimana kalau udah tahu bahwa cinta sedang mengalami luka, sobek atau bolong. Ya tentu jawabannya ya "Di Jahit". 

lah jahitnya gimana? ya jangan tanya saya karena karakter cinta masing-masing dari keluarga kita pasti punya ciri khas masalah atau sobeknya sendiri-sendiri. Jadi ya silahkan di analisis spt apa karakter sobeknya, lalu segera jahitlah sesuai dengan tingkat sobeknya. 

Udah gitu dulu aja ya sob. Celoteh aku pagi ini. 
By: Damba Cinta

***Kisah ini terinspirasi dr anak saya yg umur 5 th, pagi2 minta jahitin bajunya yg bolong.🤭

Rabu, 17 Juli 2013

my husband is om miau


sekedar ingin menyegarkan kembali rasa yang mungkin sudah sedikit terkikis oleh karena seringnya kita bertemu dan menjalani rutinitas kehidupan rumah tangga. sehingga tak jarang kita kurang merasakan romantisme hidup seperti saat-saat awal kita menikah.

salah satu cara yang bisa kita coba adalah dengan mengenang momen-momen indah yang pernah dilakukan bersama, seperti dengan membayangkan awal pernikahan, membayangkan kembali bagaimana saat kita khitbah....saat kita awal ijab qabul.....membayangkan saat kita pertama kali mendapat momongan dan bisa pula membayangkan saat kita bercengkrama menikmati rekreasi keluarga.

tak butuh banyak waktu untuk melakukan itu semua. hanya dengan sedikit meluangkan waktu didalam ruang hati untuk bisa membayangkan dan merasakan kenangan indah itu. menjadikannya prolog untuk menyemai kembali romantisme cinta yang mungkin agak pudar oleh rutinitas kesibukan sehari-hari. met mencoba tips saya... (miau ideologis).

Kamis, 02 Mei 2013

mencintaimu itu anugerah

aku menemani istriku seolah-olah itu perjumpaan terakhir
dan meninggalkan anakku seolah-olah takkan bertemu lagi

aku takut melampiaskan amarah pada anak-anak
karena aku khawatir itu yang terakhir mereka ingat

aku benci pergi dari istriku dalam keadaan marah
karena bisa jadi itu yang terakhir yang dia kenang

aku menulis agar anak-anakku mengenal persis siapa ayahnya
bukan dari lisan orang lain tapi dari tulisan ayahnya

aku meninggalkan istriku karena aku tahu persis
bahwa yang dia dan aku cari tiada ada di rumah

di medan perang ada nikmat yang tak disediakan ranjang
di medan dakwah ada bahagia yang tak didapat di rumah

mencintaimu itu anugerah
membencimu itu musibah

by: felix siauw

Kamis, 04 April 2013

AKU + KAU = KUA

Ketika hati menjadi satu maka hasrat pun kan menyatu
Jika cinta lahir karena terbiasa maka ia mampu dibunuh oleh masa...

Ketika hasrat meluap maka mesra saling menyuap,
ketika paras membutakan maka nafsu mematikan.
mereka merajut kisah dg namanya "pacaran"

Pacaran adalah proses "penjajakan".
Yang dijajaki dr ujung rambut sampai ujung kaki,
bukan membuat dewasa malah beradegan dewasa...

Kalau belum siap menikah ya kenapa harus pacaran?
Katanya "menjajaki" ya kan?
enak yah "menjajaki" yang gratis dan murahan?

sebenarnya islam mengajarkan wanita mulia dan terhormat
bukan bagai sampah nan berkarat
wanita terhormat tunduk pada syariat,
dengan nikah dia terikat

Yang mencinta atas nama pacaran sibuk baku syahwat
yang mencinta atas nama pernikahan baru terawat

Yang mencinta karena pacaran pastilah dikit dikit galau
yang mencinta karena pernikahan galaunya dikit :D

Ingat, lelaki mulia untuk wanita mulia
pantaskah kita mengharap suami setampan nabi yusuf,
sesoleh Rasulullah SAW...

Hai lelaki, bila cinta ajak ke KUA bukan ke taman kota....!!!
 
Rumusnya:

AKU + KAU = KUA

Menikah itu bukan bersumber dari pacaran,
karena muara pacaran adl dosa dan neraka.




Kamis, 28 Maret 2013

Keluasan Cinta-Nya dalam Taubatku


Disaat diri telah hampir putus asa karena dosa yang begitu besar, kutemukan semangat untuk berusaha dan terus berusaha dalam meraih ampunan dan cinta-Nya. Alhamdulillah sekarang ku temukan jalan Cinta-Nya dalam taubat. Meski kaki sering tergelincir namun aku tak akan pernah berputus asa...kuyakin dalam 100 Dosa ada 1000 ampunan....dalam 1000 Dosa ada Sejuta Ampunan....

Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222).

Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).

Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).”(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).

Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).

Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).

Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).

Minggu, 17 Maret 2013

hope of love

Dalam setiap bait doa-doa yang kulantunkan, semoga Allaah membuka pintu hatimu...
Meskipun aku tak tahu pasti apakah engkau bersedia menerimaku kembali...

Karena cintaNya aku mengenalmu...
Karena kasihNya dulu aku mulai mendekatimu...
Karena agama yang ada padamu aku mulai menyayangimu...
Namun sayang yang di damba hanyalah sayang yang mendatangkan pahala...


Biar hati terpaut karena berjuang demi agamaNya...
Biar hati saling menyayangi untuk menuju surgaNya...

Semoga kata hati yang kurasa ini bukanlah sayang yang menyeret pada dosa dan kemurkaan Allaah...

Biar bersama kita mengobati kehausan jiwa dengan secangkir air cinta dari Surga...
Bukan menjemput air timah dari neraka...


Yang aku impikan hanya kesempurnaan cintaNya..
Karena hanya begitulah tak akan ada rasa kecewa pada akhirnya...
(HA)

Rabu, 06 Februari 2013

Cinta Mulia



Tiada guna cinta bila buat sengsara 
sesuaikan cinta dengan syariat itu baru 
cinta Mulia

nggak usah bilang cinta bila hanya ada janji....

Cinta Mulia
berarti segera nikahi atau
sudahi saja bila belum siap menikahi.

Bila rasa sudah tak dapat ditahan
ya halalkan...... 
bila sadar belum siap 
ya tinggalkan.....

peringatan bagi lelaki
jangan menyiksa wanita dengan mencintai tanpa menikahi.

peringatan bagi wanita
jangan siksa lelaki dengan rayuan tanpa kesiapan pernikahan.

cinta palsu ditakar MAWAR dan COKLAT

Cinta Mulia ditakar IMAN dan AKAD

(diolah dr: om felix)

Selasa, 29 Januari 2013

PERAHU KECILKU, Aku dan Cintaku...

Berusaha mengais puing-puing...
Serpihan Sang Perahu yang tlah hancur berkali-kali
Luluh lantak dulunya diterpa badai
Satu, dua kali ia pernah hancur...

Namun...
Ku yakinkan diri...
Insya Alloh ku masih mampu merakitnya kembali...
Ku coba lebih hati-hati merakitnya...
Ku tambal sana sini...

Meski...
Tak seindah dulu lagi...
Tetap ku arungi bahtera ini...
Mendayung dengan perahu kecilku yang tampak lusuh...

Ku coba tanamkan dalam hati...
Syukurku kan membuat ia indah...
Sabarku kan membuat ia sanggup arungi badai besar ini...
Badai besar yang siap tenggelamkan kami...
Jika kami lalai tuk ke tiga kalinya...

Semoga Alloh ta'ala selamatkan perahu kecilku
Hingga ke tepiannya...
Hanya pada-Nya kusandarkan sejuta harap...
Ku gantungkan semilyar impian...
Ku haturkan setriliun doa...
Moga perahu kecilku ini...
Kan berlayar kokoh...
Kibarkan layarnya dengan indah kembali...
Hingga ketepiannya...

dengan ikhtiyarku dan ikhtiyarmu...
dengan tawakalku dan tawakkalmu...
dengan cintaku dan dan cintamu...
dengan bersandar pada satu sandaran...
Ridha-Nya dan Cinta-Nya...
(By: YR)

Kamis, 17 Januari 2013

Cukup Hati ini yakin bahwa kita Saling Terpilih

Menatap langit malam 
saat semesta hening tertegun
Tiada satu pun irama mengalun
Hanya jemari membelai daun
Pelan,lembut mengantarnya turun
Perlahan penuh sahaja mengiring
Menuntun helai yang telah kering


Pertemukan bumi dengan kemuning
Sampai di dasarnya tanpa berdenting
Tak butuh nada agar indah tercipta
Juga tanpa suara hendak bercerita


Begitulah pula adanya bahasa CINTA
Tak selalu rapi terangkai dalam kata
Bahkan ketika ranting melepas dalam diam,
Saat warna dedaunan beranjak kelam
Mengerti nanti pada akar bersemayam

Dan,

penyatuan pun semakin dalam
Seperti itu juga layaknya menguntai kasih
Mempercayai tiap lembarnya adalah putih
Meski tiada ucap rasa dalam lisan jernih
Cukup hati meyakini saling terpilih
(may)

Jumat, 16 November 2012

karena separuh aku.....dirimu.....

Dengar laraku.....
kusampaikan pesan Tuhanmu.....


“Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya.” (TQS al-A‘râf [7]: 189)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” (TQS ar-Rûm [30]: 21).

Dengar laraku.....
kusampaikan pesan Nabimu.....

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251)

Dengar laraku.....
Suara hati ini memanggil dirimu.....
Dengar laraku.....
Duhai istri.....
Bukan ku berharap pamrih atas apa yang pernah ku berikan padamu tapi.....

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika selesai shalat gerhana,

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَََحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907).

Dengar laraku.....
Suara hati ini memanggil namamu.....
karena separuh aku.....dirimu.....

Dengarlah sabda nabimu.....

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ : لاَ تُؤْذِيْهِ , قَاتَلَكِ اللهُ , فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكَ دَخِيْلٌ يُوْشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami”. (HR. Tirmidzi no. 1174 dan Ahmad 5: 242.

Semoga para Istri bisa mendengar lara hati para suami.....
Sehingga cinta tak terluka.....
Karena Separuh aku.....dirimu.....

(dambacinta.blogspot.com)

Sabtu, 10 November 2012

Sabar & Istiqomah dalam sebuah PENANTIAN

“Hebat sekali benda bernama perasaan itu".
Meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat,

Dia bahkan bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang”.

Orang-orang yg merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik, boleh jadi doa-doanya menguntai tangga yang indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yang lebih baik.

Berusaha Sabar & Istiqomah dalam sebuah penantian yang tak ada satupun yang tahu kapan semua kan berakhir...

Insya Alloh semua kan indah pada akhirnya...

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah:153)

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (QS. Ar Ra’d:22)

(dambacinta.blogspot.com)

Jumat, 26 Oktober 2012

PENGORBANAN CINTA NABI IBRAHIM dan ISMAIL (mengambil ibroh Idul adha)



Nabi Ibrahim:
Mengorbankan Cinta pada Anak yang sangat beliau sayangi...
setelah sekian lama menunggu hadirnya...
namun kerana Cinta Pada Alloh swt Lebih diatas segalanya....
maka Beliau Rela Korbankan Putra Tercintanya demi Ketaatan pada Tuhannya...
demi memenuhi perintah atau Syariah-Nya...
demi Cinta pada Rabbnya...

Nabi Ismail:
Dengan Tulus Ikhlas penuh Kesabaran...
menerima segala konsekwensi untuk Tunduk pada Perintah Alloh swt...
Beliau Rela di Sembelih...
mengorbankan kecintaan pada diri...
demi Cinta pd Alloh swt...
Cinta pada Perintah Alloh swt...
Cinta pada SYARIAH-Nya...

Semoga Kita bisa mentauladani mereka...
mencintai Alloh swt lebih dari segalanya...
bahkan lebih dari mencintai diri sendiri...
Buktikan Cinta kita dengan mentaati Syariah-Nya...
memperjuangkan penegakan Syariah-Nya yang Kaffah...
dalam Bingkai Daulah Khilafah Islamiyyah...

 
Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.(QS. At-Taubah: 24)

 
Dari Anas ra., ia berkata; telah bersabda Rasulullah saw.:
Tidak beriman seorang hamba hingga aku lebih dicintai daripada
keluarganya, hartanya, dan seluruh manusia yang lainnya.
(Mutafaq ‘alaih)

(dambacinta.blogspot.com)

Senin, 08 Oktober 2012

Merangkai Rindu di Atas Nafas Terakhirku


Beli KAIN KAFAN yuk..
Kita simpan di almari, nanti setiap kita membuka almari...
Kita terus diingatkan, bahwa sebentar lagi...
Pakaian itulah yang kita kenakan...

....next....

Senyum orang-orang yang mencintaiku...
Setidaknya menjadi semangat tersendiri disisa-sisa hidup ini...

Gak lagi peduli vonis menakutkan itu..!!!
Mereka bukan Tuhan yang mengetahui berapa lama lg aku bisa bertahan...

Ya اَللّهُ.. Engkau lebih berhak atas hidup ini,
Terimakasih.. Telah Kau suguhkan berjuta keajaiban sebelum kutinggalkan semuanya...

Mungkin benar,
Dia ciptakan jarak, tidak lain hanya untuk menjaga,
agar rindu tetap bersuara...


(cemerlanglah selalu sebening embun)

Jumat, 28 September 2012

Rayuan ‘Ideologis’ Aktivis Gombal

Ini kisah nggak begitu penting, tentang sepasang ikhwan-akhwat yang baru saja merampungkan pesta pernikahan. Tak sabar, rasanya ingin mengusir tamu-tamu supaya pulang cepat. Maklumlah, pengantin baru kan katanya jadi raja-ratu sehari.
Pasangan ini menikah cukup muda, si ikhwan 24 tahun 9 bulan 10 hari, sedangkan si akhwat 23 tahun 11 bulan 29 hari. Ketemunya juga di kampus, saat sama-sama aktif di Rohis. Si Ikhwan yang ketua BKIM dan si akhwat sekretarisnya, karena mungkin sering bertemu, maka berlakulah pepatah jerman ‘witing tresno jalaran saka nggelibet’ (kalo nggak tahu artinya, silahkan di terjemahkan di google). Nggak ada makcomblang, si ikhwan memang terbilang gentlemen, dia menerapkan prinsip BKKBN alias Biar Kecil-Kecil Berani Nikah.
Setelah tamu-tamu pada pulang dan jam dinding di rumah menunjukkan pukul 22.15 WIB, maka kedua pasangan itu pun masuk ke kamar yang sudah dihias sedemikian rupa, bak istana sebuah kerajaan. Maka terjadilah komunikasi yang shy-shy cat alias malu-malu kucing antara keduanya, harap maklum.

Suami: Hemmm.. Ning, alhamdulillah ya akhirnya aku bisa memiliki dirimu. Makanya, mulai malam ini, aku ingin kita melakukan kontrak politik...
Istri: Kontrak politik? Maksud akang apaan?
Suami: Iya, aku pingin mulai malam ini kita menandatangani kontrak politik, sebagai tanda kalo hati kita telah berkoalisi, sehingga jangan ada dusta diantara koalisi ini...
Istri: yee.., akang.. Ning kira apaan..
Suami: Oiya Ning, sebenarnya selain aku telah memberimu mahar, aku sudah menyediakan hadiah khusus. Kalo tadi pas akad nikah disebutkan maharnya “uang sekian-kian, seperangkat alat sholat...”. Nah sebenarnya ada yang kurang.
Istri: Koq kurang? Lha terus..?
Suami: Ning, aku masih menyimpan dua emas untuk mu, Ning..
Istri: Oihya...? wahh... surprize banget dunk..
Suami: Iya dua emas itu adalah, emas yang pertama adalah Mas Bejo alias suamimu tercinta ini, dan emas yang kedua adalah Emas yang masih ada di freeport... hehehe
Istri: Hohoho... koq emas yang di freeport sih?
Suami: khan emas freeport itu milik rakyat, yang sekarang dikusai oleh Amrik, sementara negara dan rakyat ini hanya dapat ampasnya doang... nah kita kan rakyat, iya nggak sih?
Istri: Hemm.. iya Kang betul.. betul.. betul J
Suami: Oiya, tahu nggak apa bedanya emas freeport dengan diri Neng?
Istri: Eh si Akang, pertanyaannya ada-ada aja deh... hemm, apa ya?
Suami: Ada banyak sebenarnya perbedaannya, tapi Akang cuman contohin satu aja. Kalo emas freeport semakin digali makin abis, tapi kalo dirimu semakin “digali”, malah semakin beranak-pinak... wkwkwkwk..
Istri: Ih, akang baru sehari udah ngegombal...

Begitulah, sepasang pengantin baru itu menikmati malam pertamanya dengan mencairkan suasana. Biasalah, ice breaking. Kebiasaan si Ikhwan ngisi training di kampus, suka ngasih ice breaking, akhirnya terbawa juga di malam hari itu.
Setelah berbincang cukup lama, mereka berdua ambil wudhu dan masuk ke ruang mushola keluarga ....

Suami: Ning, sebelum kita sholat sunnah dan sebelum aku berdoa di ubun2 mu, sebagaimana lazimnya pengantin baru. Aku mau minta maaf. Maafkan aku ya ning, baru sekarang aku bisa jujur, klo slama taaruf aku belum pernah cerita. Maukah kau memaafkan aku Ning?
Istri: Astagfirullah.. emang akang salah apaan?
Suami: Iya Ning, aku salah, aku tidak jujur bahwa sebenarnya dirimu adalah tulang rusukku yang hilang... xixixix
Istri: ah, akang bisa aja... kirain apaan?

Usai sholat dan berdoa, mereka merapikan perangkat sholat.. sambil berjalan menuju ke kamar ...

Istri: Kang, emang akang tadi habis doain aku, koq doa lagi.. doanya lama banget, emang akang doa apaan?
Suami: Owhh itu, Ning mau tahu gimana doa akang tadi?
Istri: Iya dong, khan tadi aku nanya...
Suami: Aku tadi berdoa begini “Ya Allah, jangan jadikan aku dari golongan orang-orang yang garing, yang tak pernah bisa bercanda dengan keluargaku... ”
 “Ya Allah, jadikanlah orang-orang yang membaca kisah kurang penting ini, baik yang pengantin baru maupun pengantin yang tidak baru.. kalo mereka suami, jadikanlah suami yang bukan hanya pulang membawa uang untuk beli beras dan sebongkah emas berlian (karena memang mereka bukan bang thoyib), tapi pulang ke rumah juga membawa seutas senyum untuk keluarganya. Kalo mereka para istri, jadikanlah mereka istri yang tak hanya bisa menyediakan teh manis, tapi senyum paling manis dihadirkan untuk keluarganya.”.
Suami-Istri: Amiinnn...

(tulisan ini bkn bemaksud apa2, kcuali didedikasikan untuk (calon)/ suami-istri agar supaya tak pernah lelah sejenak saja saling “berbagi” di tengah kesibukannya sehari-hari bekerja, dan sekaligus berdakwah bergelut bersama umat. Jangan ada yang merasa tersinggung dengan tulisan ini, apalagi sampe lempar uang ke saya. Jangan juga ada yang menganggap ini serius, karena ini hanya sekedar tulisan ringan, pengantar anda untuk bercanda bersama keluarga. Selamat berbahagia )(by: Lucky Rouf)

Rasa itu, dulu, kini dan nanti

Ada yang kurang saat dirimu tak di sisiku
Padahal dulu ku tak merasa itu
Kini tanpamu ku rasakan bimbang
Bagai malam tanpa hiasan bintang
Hadirmu berikan ku kehangatan
Bagai matahari yang cahayanya hangatkan

Padahal dulu ku tak merasa itu
Siapa dirimu pun ku tak tau
Wajahmu pun tak pernah ada di ingatanku
Namun kini saat kau tak di sisiku
Bayangmu selalu hadir temaniku
Dalam akalku juga kalbuku

Kusyukuri pertemuanku denganmu
Dalam ijab kabul yang menghalalkanku untukmu
Ku sah sebagai istrimu, duhai suamiku...
Ijinkan aku mengenalmu dan mengingatmu slalu..

Saat kau pergi kutitipkan dirimu kepada Tuhanku
Agar ia selalu menjaga dan melindungimu
Agar ia selalu menolongmu
Dalam  dakwah dan juangmu...

Ada selaksa rindu saat kau pergi meninggalkanku
Ada debar bahagia saat kau kembali kesisiku
Kini kurasakan itu...
Mabuk cinta mungkin begitu...
Ah..tak apa karena itu semua sudah halal bagiku..

Biarlah rasa itu ada kini hingga nanti
Rasa itu ada karenaNya yang meridhoi
Yang menumbuhkan cinta di antara kita, ialah Tuhan
Yang mempertemukan dan memisahkan kita dalam kebaikan
Biarlah rasa itu ada kini hingga nanti
Hingga kita dipertemukan kembali di surgaNya yang abadi

Ya Allah, ya Tuhan kami... berkahilah pernikahan kami
Himpunkanlah kami dalam kebaikan
Karuniakanlah kepada kami
Keturunan yang menyenangkan hati
Pembuka rahmat dan menjadi dambaan umat
Kelak menjadi generasi yang taat syariat
Generasi sholih dan sholihah
Pejuang Syariah dan Khilafah

(Suroso Tansaliman dan Khoirunnisa Syahidah)

Kamis, 27 September 2012

Jika Cinta Menodai Taqwa

Jika ia tlah tak sanggup tuk bersama,
Jika ia telah merasa perih mengarungi semua,
Jika sinergi udah tak lagi bisa dipertahankan,
Jika hari-hari penuh dengan kepenatan,
Jika LUKA tak sempat terobati dan bahkan makin menganga...
Jika Cinta sudah dikalahkan oleh ego semata...
Jika Taqwa tlah ternoda oleh keangkuhan jiwa...
lalu dengan alasan apa Aku harus mempertahankan semua...

ampuni Hamba ya Rabb...
hampa tak ingin menghancurkan...
hamba tak ingin ada keterpaksaan....
hamba tak ingin ada luka yang terus menganga...

Hamba hanya ingin semua berjalan diatas Syariah-Mu...
Hamba hanya ingin keTulusan tanpa keterpaksaan...
Hamba hanya ingin kelak tak sesal saat hari Perhitungan...

Ampuni Hamba atas semua noktah yang pernah terpercik...
Ampuni Hamba atas sayatan maksiyat yang sempat melukai Cinta...
Ampuni Hamba atas Kerapuhan yang pernah meruntuhkan Ketaqwaan...

Meski hamba malu tuk berharap ampunan...
meski hamba tak pantas tuk dimaafkan...
meski hamba tak layak keSurga-Mu...

tapi Sungguh hamba kan terus berharap Ridha-Mu...
berharap keluasan Cinta-Mu...
berharap kemurahan Ampunan-Mu...
di Atas Cinta yang pernah Ternoda...
(by: miauberusahabangkit)

Jumat, 14 September 2012

Antara Nikah dan Pacaran

galaunya yang sudah nikah itu romantis
galaunya yang pacaran itu miris

manjanya pasangan yang nikah itu imut-imut
manjanya yang pacaran itu amit-amit

mesranya yang sudah nikah itu Subhanallah!
mesranya yang pacaran itu haram jadah!

adu pandangan yang sudah nikah itu nikmat
pandang pacar iru maksiat

rayuan diantara suami istri itu karunia
rayuan pacar itu bencana

gombalnya suami itu puitis
puisinya pacar itu gombalis

ucap sayang sambil kecup kening istri itu manis
begituan sama pacar itu najis

So...
Segeralah BUANG PACARMU PADA TEMPATNYA...
dan carilah pasangan yang gak mau di pacarin
tapi maunya di nikahin...

SPAKAT...!?
(diolah dr: Felix Siauw)

Selasa, 28 Agustus 2012

Cintai Titah-Nya

Muhasabah CINTA......

Indah yang membuat seseorang menjadi CINTA
ataukah CINTA, biar JELEK dikagumi INDAH???

Andai saja ISLAM oleh kaum muslimin difahami dan dinikmati layaknya CINTA oleh para PENCINTA yang menganggap bahwa CINTA adalah segalanya, sudah barang tentu segala titah-Nya akan terasa INDAH dan RINGAN dijalankan.

Namun......

Sayang teramat disayangkan, bahwa tidak sedikit diantara kita yang memaknai CINTA hanya apabila menyoal lelaki dan perempuan.

Selainnya......

Entahlah.......

Semoga kita termasuk orang-orang yang MENCINTA DICINTA karena Allah......

(from FB)