Tampilkan postingan dengan label romantis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label romantis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 September 2012

Antara Nikah dan Pacaran

galaunya yang sudah nikah itu romantis
galaunya yang pacaran itu miris

manjanya pasangan yang nikah itu imut-imut
manjanya yang pacaran itu amit-amit

mesranya yang sudah nikah itu Subhanallah!
mesranya yang pacaran itu haram jadah!

adu pandangan yang sudah nikah itu nikmat
pandang pacar iru maksiat

rayuan diantara suami istri itu karunia
rayuan pacar itu bencana

gombalnya suami itu puitis
puisinya pacar itu gombalis

ucap sayang sambil kecup kening istri itu manis
begituan sama pacar itu najis

So...
Segeralah BUANG PACARMU PADA TEMPATNYA...
dan carilah pasangan yang gak mau di pacarin
tapi maunya di nikahin...

SPAKAT...!?
(diolah dr: Felix Siauw)

Kamis, 05 Januari 2012

Nasyid untuk Kokoro no Tomo-ku, Soulmate-ku, Istriku Tercinta




Di hatimu tersimpan cinta yang suci
Serta mendalam pernikahan dari beda dunia
Meski kau terbiasa hidup tanpa perih
Namun kau ikhlas hidup bersahaja
Namun bahagia

Duhai pendampingku, akhlakmu permata bagiku
Buat aku makin cinta
Tetapkan selalu janji awal kita bersatu
Bahagia sampai ke surga

Maafkan aku jika tak bisa sempurna
Karena ku bukan lelaki yang turun dari surga
Ketulusan hatimu anugerah hidupku
Doakan langkah kita tak berpisah
Untuk selamanya

Sampai ke surga....
Munsyid : edCoustic
Judul: Duhai Pendampingku

Selasa, 09 Agustus 2011

PENGANTIN BIDADARI

Sebagai seorang pengantin, wanita lebih cantik dibanding seorang gadis

Sebagai seorang ibu, wanita lebih cantik dibanding seorang pengantin

Sebagai istri dan ibu, ia adalah kata-kata terindah di semua musim

dan dia tumbuh menjadi lebih cantik bertahun-tahun kemudian...

***
Syahdan, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid. Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat. Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah. Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan.

Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah. "Coba engkau temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagimu", nasihat mereka.

Zulebid kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baginda Nabi. Sambil tersenyum beliau berkata:

"Maukah engkau saya nikahkan dengan putri si Fulan?"

"Seandainya itu adalah saran darimu, saya terima. Ya Rasulullah, putri si Fulan itu terkenal akan kecantikan dan kesholihannya, dan hingga kini ayahnya selalu menolak lamaran dari siapapun.

"Katakanlah aku yang mengutusmu", sahut Baginda Nabi.

"Baiklah ya Rasul", dan Zulebid segera bergegas bersiap dan pergi ke rumah si Fulan.

Sesampai di rumah Fulan, Zulebid disambut sendiri oleh Fulan

"Ada keperluan apakah hingga saudara datang ke rumah saya?" Tanya Fulan.

"Rasulullah saw yang mengutus saya ke sini, saya hendak meminang putrimu si A." Jawab Zulebid sedikit gugup.

"Wahai anak muda, tunggulah sebentar, akan saya tanyakan dulu kepada putriku." Fulan menemui putrinya dan bertanya, "bagaimana pendapatmu wahai putriku?"

Jawab putrinya, "Ayah, jika memang ia datang karena diutus oleh Rasulullah saw, maka terimalah lamarannya, dan aku akan ikhlas menjadi istrinya."