Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Agustus 2012

Cintai Titah-Nya

Muhasabah CINTA......

Indah yang membuat seseorang menjadi CINTA
ataukah CINTA, biar JELEK dikagumi INDAH???

Andai saja ISLAM oleh kaum muslimin difahami dan dinikmati layaknya CINTA oleh para PENCINTA yang menganggap bahwa CINTA adalah segalanya, sudah barang tentu segala titah-Nya akan terasa INDAH dan RINGAN dijalankan.

Namun......

Sayang teramat disayangkan, bahwa tidak sedikit diantara kita yang memaknai CINTA hanya apabila menyoal lelaki dan perempuan.

Selainnya......

Entahlah.......

Semoga kita termasuk orang-orang yang MENCINTA DICINTA karena Allah......

(from FB)

Kamis, 26 Mei 2011

Muhasabah: Mereka sepasang kekasih yang Tak Boleh di Pisahkan

Siapa sih mereka?
mereka adalah CINTA dan KETAATAN.

Al Baidhawi berkata cinta adlh keinginan tuk taat.

Ibnu Arafah berkata cinta menurut istilah orang arab adalah menghendaki sesuatu tuk meraihnya

dan ARTI CINTA SEORANG HAMBA KEPADA ALLAH DAN ROSULNYA ADaLaH MENAATI PERINTAH ALLAH DAN ROSULNYA

Al Zujaz berkata cintanya manusia kepada Allah dan rosulnya adalah menaati keduanya dan ridho terhadap segala printah Allah dan segala ajaran yang di bawa rosulullah

Al Azhari berkata cinta Allah pada hambaNYA adalah membrikan kenikmatan padanya dengan memberi ampunan.

Sufyan bin Uyainah berkata:
arti dari niscaya Allah akan mencintaimu adlh Allah akan mndekat padamu.
Cinta adalah kedekatan.

kecintaan seorang hamba pada Allah dan rosulnya adalah kewajiban.

Karena mahabbah (cinta) merupakan salah satu kecenderungan yang akan membentuk nafsiah seseorang.

Cinta pada Allah dan rosul adalah jenis kecintaan yang terikat pada mafhum syar'i yang telah diwajibkan.(lihat di al baqarah 165).

cinta itu taat, muncul dari rasa lemah dan butuh pada sesuatu dan cinta itu butuh pengorbanan..

kecintaan pada Allah ta'ala dan rosulnya, akan membuat seorang hamba merasa bahwa Allah itu dekat dan akan membuat seorang hamba mawas diri akan peringatan-peringatan yang diberikan dan akan selalu berusaha tuk menggapai ridhoNYA..

kecintaan seiring dengan ketaatan

perasaan cinta pada Allah dan rosul adalah wajib

kecintaan pada Allah dan rosul menjdikan kita sosok yang berani berkorban.

cinta karena Allah adalah mencintai hamba Allah karena keimanan pada Allah dan ketaatan padaNYA.

benci karena Allah adalah membenci hamba Allah disebabkan kekufuran dan perbuatan maksiatnya.

cinta itu artinya MENJAUH...menjauhi apa yang dilarang-Nya(keharaman, kemaksiatan) bahkan jika cinta itu makin membuncah maka yang dibencinyapun akan ditinggalkan(kemakruhan).
dan bila Cinta sudah mencapai Puncak Tertingginya segala sesuatu yang mubah/sia-siapun ia tinggalkan dan ia lebih memilih memanfaatkan waktunya untuk melakukan sesuatu yang hanya bernilai CINTA kepada-Nya.(sunnah dioptimalkan, tiada waktu tanpa dakwah dst).wallohu a'lam bisshowab.

oleh: Maya & admin Damba Cinta
Semoga apa yang hamba tulis mampu hamba terapkan dengan Optimal...aamiin...


Jumat, 20 Mei 2011

Muhasabah: Noktah Hati yang Menodai Cinta kepada-Nya

Jika kau merasa besar,
periksa hatimu...
Mungkin dia sedang bengkak
karena kesombonganmu.

Jika kau merasa suci,
periksa jiwamu...
Mungkin putihnya adalah nanah
dari nurani yang terluka.

Jika kau merasa tinggi,
periksa batinmu...
Mungkin dia sedang melayang
kehilangan tempat berpijak.

Jika kau merasa wangi,
periksa keikhlasanmu...
Mungkin itu asap dari amal sholeh
yang terbakar karena riya'
(by: nur firman)

"ya Robb jauhkan Hamba dari sifat-sifat tercela diatas..."

 "Sucikanlah hati-hati kami dari segala sifat yang tercela, yang dapat menjauhkan kami dari musyahdah(menyaksikan) akan Engkau."

"Ya Alloh karuniakan kepada diri kami sifat-sifat ketaqwaannya. Bersihkanlah jiwa-jiwa kami karena Engkaulah sebaik-baik yang dapat membersihankannya. Engkaulah yang memilikinya dan Engkaulah Penolongnya."

amin......

Selasa, 03 Mei 2011

Muhasabah: Jangan Sepelekan Hal yang Kecil

Renungkanlah Miau.....

Kita sering tidak menyadari bahwa sesuatu yang kecil itu bisa merusak kita. Rumah kita bisa cepat rusak karena ada lubang kecil yang menyebabkan air hujan masuk ke dalam rumah kita. Badan akan terasa meriang apabila ada lubang kecil di gigi kita.Begitupula dalam kehidupan kita, sesuatu yang kecil dan kita abaiakan bisa menghancurkan hidup kita.

Beberapa contoh ”penyakit” kecil yang bisa merusak kita antara lain pernyataan-pernyataan yang seolah positif tapi bisa menjerumuskan. Contohnya, “Saya sudah tahu; Saya orangnya memang begini, dan Hiduplah mengalir seperti air…

Saya sudah tahu

Pernyataan saya sudah tahu membuat kita enggan belajar. Lebih parah lagi kalau ada yang menyatakan, ”Saya kenal dia sejak kuliah dulu, saya tahu isi kepalanya.”

Mestinya kita tahu bahwa manusia itu bukan benda mati. Manusia itu hidup dan dinamis. Manusia adalah mahluk pembelajar. Boleh jadi ketika kuliah ilmunya di bawah kita, namun bila dia banyak belajar ilmunya bisa jauh lebih baik dibandingkan kita. Betapa banyak kita jumpai seorang murid yang akhirnya lebih pintar dibandingkan gurunya.

Bila kita punya penyakit ”saya sudah tahu” sesungguhnyalah ketika itu kita telah berhenti berkembang. Orang lain terus maju berkembang dengan ilmu-ilmu barunya sementara orang itu stagnan dan akhirnya ditinggalkan zaman.

Saya orangnya memang begini

Sering saya mendengar orang yang sedang dinasehati, ikut training maupun seminar yang berkomentar, “Saya orangnya memang begini, mau diapa-apain saja tidak akan berubah. Udah gak usah nasihatin saya, gak mungkin saya berubah…”

Bila kita punya penyakit ini, maka hati kita semakin keras, tidak mau menerima nasihat dan tidak mau berubah ke arah yang lebih baik. Setiap masukan, kritik atau saran yang membangun dianggap sebagai hujatan dan penghinaan.

Hiduplah mengalir seperti air

Kita tidak perlu merencanakan hidup kita, biarkan hidup itu mengalir toh setiap air yang mengalir selalu menuju ke laut. Sebenarnya tidak semua air yang mengalir selalu menuju ke laut, ada juga yang ke comberan, septic tank dan tempat-tempat kotor yang lain. Bila Anda tak merencanakan hidup Anda jangan menyesal bila nanti di masa tua ternyata Anda berada di “comberan”...
(Oleh Jamil Azzaini, judul Asli: Jangan Sepelekan yang Kecil)