Tampilkan postingan dengan label luka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label luka. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 September 2012

Jika Cinta Menodai Taqwa

Jika ia tlah tak sanggup tuk bersama,
Jika ia telah merasa perih mengarungi semua,
Jika sinergi udah tak lagi bisa dipertahankan,
Jika hari-hari penuh dengan kepenatan,
Jika LUKA tak sempat terobati dan bahkan makin menganga...
Jika Cinta sudah dikalahkan oleh ego semata...
Jika Taqwa tlah ternoda oleh keangkuhan jiwa...
lalu dengan alasan apa Aku harus mempertahankan semua...

ampuni Hamba ya Rabb...
hampa tak ingin menghancurkan...
hamba tak ingin ada keterpaksaan....
hamba tak ingin ada luka yang terus menganga...

Hamba hanya ingin semua berjalan diatas Syariah-Mu...
Hamba hanya ingin keTulusan tanpa keterpaksaan...
Hamba hanya ingin kelak tak sesal saat hari Perhitungan...

Ampuni Hamba atas semua noktah yang pernah terpercik...
Ampuni Hamba atas sayatan maksiyat yang sempat melukai Cinta...
Ampuni Hamba atas Kerapuhan yang pernah meruntuhkan Ketaqwaan...

Meski hamba malu tuk berharap ampunan...
meski hamba tak pantas tuk dimaafkan...
meski hamba tak layak keSurga-Mu...

tapi Sungguh hamba kan terus berharap Ridha-Mu...
berharap keluasan Cinta-Mu...
berharap kemurahan Ampunan-Mu...
di Atas Cinta yang pernah Ternoda...
(by: miauberusahabangkit)

Sabtu, 14 Mei 2011

BERBASAH LUKA MENGANGA

Kairo, 12 mei 2011

Aku ingin hidup secerah mentari yang menyinari taman hatiku, aku ingin seriang kicauan burung yang terdengar di jendela kehidupan, aku ingin segala-galanya damai penuh mesra membuat ceria, aku ingin menghapus duka dan lara melerai rindu dalam dada. Ah…rasanya semuanya itu tak mungkin lagi ku meraihnya…

Andai ku bisa menahan hari-hari agar ia tak berjalan semestinya, andai ku bisa memperlambat waktu agar ia tak berputar seperti adanya, andai ku bisa…..ku tak kuasa menatap hari esok.

***

Kokok ayam melintas di daun telinga pertanda pagi tengah menjelma, guratan sinar matahari menegur jasad yang rapuh, teriakan orang lalu lalang di luar sana membuat hati ini semakin remuk, bak tercabik-cabik sembilu, aku ingin seperti mereka, bercerita, bercanda ria, menikmati hidup dengan normal tanpa ada tanjakan luka-luka menganga sebagai penghalang, ya…sekedar menepis rasa galau, risau, gelisah sebab rasa bersalah, rasa sesal yang sampai kini belom juga terobati.

Ah…rasanya tak mungkin jika aku yang berlumuran dosa ini turut bergabung dengan mereka, bermain –main dengan mereka, mereka yang suci tanpa dosa dan noda itu tak mungkin mengajakku untuk bermain bersamanya, jangankan menyapaku, menoleh pun mereka tak sudi.

Andaikan saja ku bisa mengambil bulan lengkap dengan bintang-bintang yang menghiasi langit biru di atas sana, tentu sekarang sang rembulan yang cantik berada dalam genggamanku, andaikan saja burung- burung itu sudi bercengkrama denganku, tentu akan ku ceritakan semua keluh kesahku, ku curahkan jeritan-jeritan yang menyiksa batinku, namun aku tak tahu kepada siapa akan ku adukan gunda gulana dalam jiwa ini, toh seisi alam semesta ini memusuhiku, mengucilkanku, memojokkanku, mencemoohku, oh…aku tak kuat menanggung beban yang tengah ku derita ini. Oh Tuhan… dimanakah sesuatu yang bernama keadilan itu berada…ku ingin segera menemuinya.