Tampilkan postingan dengan label pengorbanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengorbanan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Oktober 2012

PENGORBANAN CINTA NABI IBRAHIM dan ISMAIL (mengambil ibroh Idul adha)



Nabi Ibrahim:
Mengorbankan Cinta pada Anak yang sangat beliau sayangi...
setelah sekian lama menunggu hadirnya...
namun kerana Cinta Pada Alloh swt Lebih diatas segalanya....
maka Beliau Rela Korbankan Putra Tercintanya demi Ketaatan pada Tuhannya...
demi memenuhi perintah atau Syariah-Nya...
demi Cinta pada Rabbnya...

Nabi Ismail:
Dengan Tulus Ikhlas penuh Kesabaran...
menerima segala konsekwensi untuk Tunduk pada Perintah Alloh swt...
Beliau Rela di Sembelih...
mengorbankan kecintaan pada diri...
demi Cinta pd Alloh swt...
Cinta pada Perintah Alloh swt...
Cinta pada SYARIAH-Nya...

Semoga Kita bisa mentauladani mereka...
mencintai Alloh swt lebih dari segalanya...
bahkan lebih dari mencintai diri sendiri...
Buktikan Cinta kita dengan mentaati Syariah-Nya...
memperjuangkan penegakan Syariah-Nya yang Kaffah...
dalam Bingkai Daulah Khilafah Islamiyyah...

 
Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.(QS. At-Taubah: 24)

 
Dari Anas ra., ia berkata; telah bersabda Rasulullah saw.:
Tidak beriman seorang hamba hingga aku lebih dicintai daripada
keluarganya, hartanya, dan seluruh manusia yang lainnya.
(Mutafaq ‘alaih)

(dambacinta.blogspot.com)

Sabtu, 07 Januari 2012

Kesetiaan Cinta dan Sejuta Pengorbanan (sebuah kisah yang mengharu-biru)

Eko Pratomo Suyatno, namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri Reksadana di Indonesia dan juga direktur dari Fortis Asset Management yang sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa! Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari sinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. Tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno selalu sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.