Senin, 07 Maret 2022

Best Everlasting Love

Judul asli dari FB: *SUAMI DI USIA SENJA* ๐Ÿ’๐Ÿ€๐ŸŒบ

Di sebuah rumah sederhana yang asri, tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja.
Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan.

Sang suami merupakan seorang pensiunan, sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.
Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah, mereka menolak ketika putra-putri mereka, menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka.

Jadilah mereka, sepasang suami istri yang sudah renta itu, menghabiskan waktu mereka yang tersisa, di rumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa, dalam keluarga itu.

Suatu senja ba’da Isya di sebuah masjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang dikenakannya ke masjid tadi.
Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri seraya bertanya mesra :
“Kenapa Bu?”
Istrinya menoleh sambil menjawab: “Sandal Ibu tidak ketemu, Pak”.
“Ya sudah pakai ini saja”, kata suaminya, sambil menyodorkan sandal yang dipakainya.
Walau agak ragu, sang istri tetap memakai sandal itu, dengan berat hati.

Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya.
Jarang sekali ia membantah, apa yang dikatakan oleh sang suami.
Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.

“Bagaimanapun usahaku untuk ber terima kasih pada kaki istriku, yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya".

Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku, saat aku pulang kerja,

Kaki yang telah mengantar anak-anakku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”.

Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus, dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah, tempat bahagia bersama…

Karena usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan.
Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut, mengambil gunting kuku dari tangan istrinya.
Jari-jari yang mulai keriput itu, dalam genggamannya mulai dirapikan, dan setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut, dan bergumam :
“Terima kasih ya Bu ”.
“Tidak, Ibu yang seharusnya berterima kasih sama Bapak, telah membantu memotong kuku Ibu”, tukas sang istri tersipu malu. ☺

“Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa, yang belum tentu sanggup aku lakukan.
Aku takjub, betapa luar biasanya Ibu. Aku tahu semua takkan terbalas sampai kapanpun”, kata suaminya tulus.

Dua titik bening menggantung di sudut mata sang istri...
“Bapak kok bicara begitu?
Ibu senang atas semuanya Pak, apa yang telah kita lalui bersama, adalah sesuatu yang luar biasa.
Ibu selalu bersyukur, atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk.
Semuanya dapat kita hadapi bersama”.

Hari Jum’at yang cerah, setelah beberapa hari hujan.
Siang itu, sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Sholat Jum’at.
Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri, menatap tepat pada matanya, sebelum akhirnya melangkah pergi.
Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri, hingga saat beberapa orang mengetuk pintu, membawa kabar yang tak pernah diduganya.....
Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia.
Ia telah pulang menghadap Sang Penciptanya, ketika sedang menjalankan ibadah Sholat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tasyahud Akhir.

Masih dalam posisi duduk sempurna, dengan telunjuk ke arah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.
*"Innaa Lillaahi Wainnaa ilaihi Rooji'uun"*

“Maasyaa Allooh .... sungguh akhir perjalanan hidup yang indah”, demikian gumam para jama’ah, setelah menyadari ternyata dia telah tiada, di akhir sholat Jum'at...

Sang istri terbayang, tatapan terakhir suaminya, saat mau berangkat ke masjid.
Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan, pengganti ucapan "Selamat Tinggal ...".
Ataukah suaminya khawatir, meninggalkannya sendiri, di dunia ini. Ada gundah menggelayut di hati sang istri, Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya.

Tapi kehilangan suami yang telah di dampinginya selama puluhan tahun, cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun, keikhlasan dihatinya, yang bisa menghambat perjalanan sang suami, menghadap Sang Khalik.

Dalam do’a, dia selalu memohon kekuatan, agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan, pada tempat yang layak.

Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya.
Dengan wajah yang cerah, sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri, dengan lembut.
“Apa yang Bapak lakukan?", tanya istrinya senang bercampur bingung.
“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang...
» Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan di dunia ini berakhir sekalipun.
» Bapak selalu butuh Ibu.
» Saat disuruh memilih pendamping, Bapak bingung, kemudian bilang "Pendampingnya tertinggal", Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu”.

Istrinya menangis, sebelum akhirnya berkata :
“Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong, kalau Ibu takut sekali tinggal sendirian...
Kalau ada kesempatan mendampingi Bapak sekali lagi, dan untuk selamanya, tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan."
Sang istri mengakhiri tangisannya, dan menggantinya dengan senyuman.

❤ Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya…

ู‡ُู†َّ ู„ِุจَุงุณٌ ู„َّูƒُู…ْ ูˆَุฃَู†ุชُู…ْ ู„ِุจَุงุณٌ ู„َّู‡ُู†َّ

*_"Istri mu itu adalah 'Bajumu' dan Suami mu itu adalah 'Bajumu' pula."_*
*QS Al-Baqarah : 187*

Semoga bisa mempererat cinta kasih yang sejati pasutri (pasangan suami istri), ... karena Alloh... Aamiin... ๐Ÿ˜ญ

Ya Robb... jadikan keluarga kami _Sakinah Mawaddah wa Rohmah_, Wafatkan kami dalam keadaan HUSNUL KHOTIMAH... Aamiin... ๐Ÿคฒ๐Ÿป

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo mau disimpan sendiri juga gak apa apa.

*_Rosululloh SAW bersabda :_*! "Siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." *(HR. Al-Bukhari)*

_Silahkan bagikan di groupmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLOH SWT._
Yaa ALLOH...
*Aamiin ya Robbal Aalamiin.*
Salam ibadah dari Muslimin, SP.

Selasa, 29 Juni 2021

Fitnah yang maha dahsyat bahayanya

Doakan kami agar tetap Istiqomah di Jalan Alloh... aamiin

Oleh: Ustaz Arifin Ilham

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh....

Lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas tubuh demi tubuh pasukan romawi. Ia adalah dulunya termasuk dari Tabi’in (270 H) yang hafal Al Quran. Namanya adalah sebaik-baik nama, ‘Abdah bin ‘Abdurrahiim. Keimanannya tak diragukan.

Adakah bandingannya di dunia ini seorang Mujahid nan hafal Al Quran, terkenal akan keilmuannya, kezuhudannya, ibadahnya, puasa daudnya serta ketaqwaan dan keimanannya…???

Namun tak dinyana, akhir hayatnya, mati dalam kemurtadan dan hilang semua isi Alquran dalam hafalannya, melainkan 2 ayat saja yang tersisa.

Ayat apakah itu?? Apakah penyebabnya..??

Inilah kisahnya:

Pedangnya masih berkilat-kilat memantul cahaya mentari yang panas di tengah padang pasir yang gersang. Masih segar berlumur merahnya darah orang romawi. Ia hantarkan orang romawi itu ke neraka dengan pedangnya.

Tak disangka pula, nantinya dirinyapun dihantar ke neraka oleh seorang wanita Romawi. Bukan dengan pedang melainkan dengan Asmara.

Kaum muslimin sedang mengepung kampung romawi. Tiba-tiba mata ‘Abdah tertuju kepada seorang wanita romawi di dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya. Dia lupa bahwa tak seorangpun dijamin tak lolos su’ul khotimah.

Tak tahan, iapun mengirimkan surat cinta kepada wanita itu. Isinya kurang lebih: “Adinda, bagaimana caranya agar aku bisa sampai ke pangkuanmu?” Perempuan itu menjawab: “Kakanda, masuklah agama nashrani, maka aku jadi milikmu".

Syahwat telah memenuhi relung hati ‘Abdah sampai-sampai ia menjadi lupa beriman, tuli peringatan, dan buta Al Quran. Hatinya terbangun tembok anti-hidayah.

Khotamallaahu ‘ala qulubihim wa’ala sam’ihim wa’ala abshorihim ghisyawah… Astaghfirullah, ma’adzallah.

Pesona wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudera. Demi tubuh cantik nan fana itu, ia rela tinggalkan Islam. Ia rela murtad.

Menikahlah dia di dalam benteng. Kaum Muslimin yang menyaksikan ini sangat terguncang. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa seorang hafidz yang hatinya dipenuhi Alquran meninggalkan Allah Ta'ala dan menjadi hamba salib?

Ketika dibujuk untuk taubat, ia tak bisa. Ketika ditanyakan kepadanya, “Dimana Al Quran mu yang dulu???” Ia menjawab, “Aku telah lupa semua isi Alquran kecuali 2 ayat saja yaitu :

 ุฑُุจَู…َุง ูŠَูˆَุฏُّ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูƒَูَุฑُูˆุง ู„َูˆْ ูƒَุงู†ُูˆุง ู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ

“Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang Muslim."

 ุฐَุฑْู‡ُู…ْ ูŠَุฃْูƒُู„ُูˆุง ูˆَูŠَุชَู…َุชَّุนُูˆุง ูˆَูŠُู„ْู‡ِู‡ِู…ُ ุงู„ْุฃَู…َู„ُ ูۖَุณَูˆْูَ ูŠَุนْู„َู…ُูˆู†َ

“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).” (QS. Al Hijr: 2-3)

Seolah ayat ini adalah hujjah untuk dirinya, kutukan sekaligus peringatan Allah Ta'ala yang terakhir, namun tak digubrisnya. Dan ia bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum nashrani. Dalam keadaan seperti itulah dia sampai mati. Mati dalam keadaan MURTAD.

Ya Allah, seorang hafidz nan mujahid saja bisa Kau angkat nikmat imannya berbalik murtad jika sudah ditetapkan murtad. Apalagi hamba yang banyak cacat ini. Tak punya amal andalan.

Saudaraku, doakan aku dan aku doakan pula kalian agar Allah Ta'ala lindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia serta dihindarkan dari ketetapan yang buruk di akhir hayat. 

ู…ุงุชุฑูƒุช ุจุนุฏูŠ ูุชู†ุฉ ุงุถุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุฑุฌุงู„ ู…ู† ุงู„ู†ุณุงุก،  ุงู„ุญุฏูŠุซ

“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang maha dahsyat bahayanya bagi lelaki kecuali fitnah wanita.” (Muttafaq ‘alaih)."

Rabu, 20 Januari 2021

Senandung Ta'aruf

Sebelumnya aku tak mengenalmu
Sama, engkau juga begitu
Karenaya, kutakkan berikan cintaku
Hingga saatnya waktu
Rabb, meridhoi niat suci itu

Aku menjelajah, tentangmu
Ku renungi biodatamu
Kabar dari murabbi dan kerabatmu
Teman-teman dakwah dan mu'amalahmu
Jadi referensiku

Wahai akhi,
Ku coba selalu menjaga
Jernihnya padangan hatiku
Tentangmu,
Netralkan diri, tanpa mendekte illahi
Ta'aruf tidaklah pasti
JADI,

Wahai akhi, 
Apakah engkau takdirku?
Biarlah Allah yang menyibak tabir itu
Dalam shalat malam dan istikharah cintaku

Hingga saatnya waktu
Aku dan kamu tak ragu
Untuk bersatu,

Inilah jalan syar'i
Dalam senandung ta'aruf yang kita jalani
Semoga Allah selalu meridhoi
Aamiin ...

By: Cicik Rahayu
19 Januari 2021

Senin, 18 Januari 2021

Menjahit Cinta

Bicara soal cinta memang gak ada habisnya, ada aja ceritanya. Sadar mau tidak dalam berumah tangga tak bisa dipungkiri cinta itu ritmenya fluktuatif, kadang naik kadang turun. Disinilah kita butuh yang namanya introspeksi. Apakah cinta itu butuh disemai, direfresh, atau mungkin udah saatnya dijahit. 

Nah, disinilah kita butuh sejenak merenungi. Bisa jadi saat ini cinta yg kita miliki sedang banyak sobeknya, bolong-bolong karena mungkin kurang perawatan dan kurang hati-hati menjaganya. 

Menjahit Cinta
Terus gimana kalau udah tahu bahwa cinta sedang mengalami luka, sobek atau bolong. Ya tentu jawabannya ya "Di Jahit". 

lah jahitnya gimana? ya jangan tanya saya karena karakter cinta masing-masing dari keluarga kita pasti punya ciri khas masalah atau sobeknya sendiri-sendiri. Jadi ya silahkan di analisis spt apa karakter sobeknya, lalu segera jahitlah sesuai dengan tingkat sobeknya. 

Udah gitu dulu aja ya sob. Celoteh aku pagi ini. 
By: Damba Cinta

***Kisah ini terinspirasi dr anak saya yg umur 5 th, pagi2 minta jahitin bajunya yg bolong.๐Ÿคญ

Senin, 05 Desember 2016

Dicari calon suami/istri alumni 212


*Dia Layak Jadi Jodohmu*

Oleh : Ippho Santosa

Rumput dan taman aja dia jagain, apalagi kamu.

Pintu istana dan pintu langit aja dia ketuk, apalagi pintu rumahmu.

Jalan kaki tanpa kamu aja dia kuat, apalagi jalan kaki bareng kamu.

Dihalang-halangi aja dia datang, apalagi disambut kamu.

Tanpa dibayar aja dia datang, apalagi dihadiahi kamu.

Hujan-hujanan di lapangan aja dia tetap berdoa, apalagi tahajjud di rumah bersamamu.

Di Monas aja dia munajat sampai nangis, apalagi munajat di Mekkah bersamamu.

Di Monas aja dia shalawat sampai haru, apalagi shalawat di Madinah bersamamu.

Bukan Bella Saphira, yang penting baginya bela Quran dan belain kamu.

Dia suka aksi damai di Monas, dia juga suka aksi damai dan sakinah bersamamu.

Dia belum seperti santri Ciamis, tapi ia sanggup menempuh suka-duka hidup
bersamamu.

Dialah alumni 212.

#TangkapPenistaAgama
#HaramPemimpinKafir

Senin, 30 November 2015

HUKUM MEMBERIKAN NAFKAH


Hukum Seputar NAFKAH

Nafaqah, secara harfiah artinya belanja dan pengeluaran. Secara istilah, didefinisikan oleh al-‘Allamah Prof. Dr. Rawwas Qal’ah Jie, dengan:
“Ditetapkannya kewajiban atas sesuatu, selama masih ada [terus berlangsung].”1
Hukum memberikan nafkah bisa:
1- Fardhu ‘ain: seperti menafkahi diri sendiri, isteri atau kerabat, atau karena terpaksa, sebab jika tidak diberi nafkah, orang tersebut akan binasa, sementara tidak ada orang lain, kecuali kita.
2- Fardhu kifayah: seperti memberi nafkah kepada orang yang membutuhkan, sementara ada yang lain, selain kita. Nafkah seperti ini wajib bagi seluruh kaum Muslim. Jika telah ditunaikan oleh sebagian, maka kewajiban tersebut gugur dari sebagian yang lain.
3- Mustahab [sunah/tidak wajib], seperti memberi nafkah kepada fakir miskin secara umum, ketika banyak orang yang bisa membantu, sementara kita bukan satu-satunya yang bisa membantu.
Mengenai sebab yang menjadikan nafkah tersebut wajib, bisa diklasifikasikan sebagai berikut:
1- Penahanan [ihtibas]: Siapa saja yang menahan orang atau hewan untuk kemaslahatannya, maka dia wajib memberi nafkah kepada orang dan hewan tersebut. Karena itu, ketika seseorang memelihara hewan, dia wajib memberinya makan, minum dan kebutuhan yang diperlukan. Begitu juga, ketika seorang suami yang telah memperisteri seorang wanita, maka dia pun wajib memberinya nafkah.
2- Kemiskinan [faqru]: Nafkah orang tua kepada anaknya setelah dewasa, anak kepada orang tuanya, atau kerabatnya ketika mereka semuanya membutuhkan termasuk nafkah yang diwajibkan, karena faktor kemiskinan ini. Karena itu, jika anak dewasa, orang tua dan kerabat yang kaya, maka tidak lagi wajib diberi nafkah.
3- Terpaksa [idhthirar]: orang yang tidak mempunyai siapa-siapa, dan membutuhkan sesuatu yang dimiliki seseorang, sementara dia berlebih, maka nafkah orang tersebut menjadi fardhu ‘ain bagi orang tadi. Namun, jika ada orang lain yang bisa membantu, kewajiban tersebut berubah menjadi fardhu kifayah, tidak fardhu ‘ain lagi bagi orang tersebut.

Lalu, siapa yang berkewajiban memberi nafkah? Maka, harus dirinci. Rinciannya dalam hukum Isalam sebagai berikut:
1- Nafkah diri sendiri: Menafkahi diri sendiri, bagi yang mampu, hukumnya wajib. Ini berlaku bagi orang dewasa yang mampu membiayai dirinya sendiri. Membiayai diri sendiri harus didahulukan ketimbang membiayai orang lain, meski hukum asalnya wajib. Karena itu, dia wajib membiayai diri sendiri, didahukukan ketimbang anaknya, orang tua dan isterinya.

2- Nafkah isteri: Suami berkewajiban memberi nafkah kepada isterinya, meskipun isterinya kaya. Tidak dilihat lagi, apakah suaminya dewasa atau belum, kaya atau miskin. Nafkah suami kepada isterinya berlaku sejak isterinya “ditawan” suaminya. Karena, nafkah ini sebagai konsekuensi dari “penahanan” suami atas isterinya. Nafkah untuk isteri didahulukan ketimbang anak, kedua orang tua dan kerabat. Namun, jika isterinya melakukan nusyuz,2 maka kewajiban nafkah tersebut gugur dari suaminya. Jika suaminya kesulitan, sementara isterinya kaya, maka isterinya wajib membiayai suaminya dan dirinya, sebagai orang terdekat. Jika tidak bersedia, dia berhak untuk mengajukan talak. Dalam kondisi kesulitan, isteri tidak boleh berhutang atas nama suaminya, tanpa seizin suaminya, meski untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

3- Nafkah wanita yang menunggu masa iddah: Wanita yang menunggu masa iddah, boleh jadi dalam keadaan hamil atau tidak. Jika hamil, mantan suaminya wajib memberinya nafkah, baik karena talak bai’n maupun raj’i.3 Dasarnya firman Allah SWT dalam al-Qur’an:
“Jika wanita [yang menunggu iddah] itu sedang hamil, maka berikanlah nafkah kepada mereka hingga melahirkan anaknya…” [Q.s. at-Thalaq: 6]

Jika tidak hamil, baik karena talak raj’i atau ba’in bainunah shughra atau kubra, maka isterinya berhak mendapatkan nafkah dan tempat tinggal. Namun, jika masa ‘iddah karena li’an, dimana statusnya fasakh,4 bukan talak, isterinya tidak berhak mendapatkan nafkah juga tempat tinggal.

Jika dia menunggu ‘iddah, karena suaminya meninggal dunia, maka isterinya tidak berhak mendapatkan nafkah, kecuali tempat tinggal saja. Karena harta peninggalan suaminya telah berubah menjadi warisan, sementara isterinya tidak berhak mendapatkan warisan, kecuali yang menjadi haknya. Megenai tempat tinggal tetap wajib, dasarnya hadits al-Furai’ah, ketika dia meminta izin kepada Nabi saw. untuk meninggalkan rumahnya menemui keluarganya di Bani Khudrah, maka Nabi saw. titahkan:
“Tetaplah tinggal [di rumah] hingga ketentuan itu sampai pada waktunya…” [Hr. Abu Dawud]

Perintah Nabi saw. untuk tetap tinggal di rumah suaminya, sekaligus menjadi dasar, bahwa disediakannya rumah untuk isteri yang ditinggal mati tetap menjadi hak isteri, yang wajib dipenuhi.

4- Nafkah kerabat: Kerabat yang berhak mendapatkan nafkah harus memenuhi beberapa syarat, antara lain sebagai berikut:
a- Miskin: Kerabat tersebut miskin, tidak mempunyai harta, pekerjaan yang bisa digunakan untuk membiayai hidupnya.
b- Orang yang wajib memberinya nafkah kaya: Orang yang diwajibkan untuk memberi nafkah juga harus kaya, dan mempunyai harta untuk membiayai kerabatnya, sebagaimana sabda Nabi saw:
“Jika salah seorang di antara kalian miskin, maka hendaknya memulai [nafkah] dengan dirinya sendiri…” [Hr. Muslim]
c- Orang yang wajib dinafkahi mempunyai hubungan mahram: Alasannya, nafkah kepada kerabat merupakan bentuk silaturrahim pada kerabat dekat, bukan kerabat jauh. Kerabat dekat adalah orang yang mempunyai hubungan “rahim muharramah” sehingga disebut kerabat dekat.

Mengenai kadar nafkah yang wajib diberikan kepada orang yang wajib dibiayai adalah makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, pengobatan dan kebutuhan lain, seperti biaya transportasi, perlengkapan kebersihan, pendingin ruangan –jika negerinya termasuk negeri tropis, yang memang sangat dibutuhkan, atau pemanas –jika negerinya termasuk bersuhu dingin. Menikahkan dan biasa biaya pernikahan juga termasuk bagian dari nafkah yang diwajibkan, karena dianggap sebagai kebutuhan.

Kadarnya memang tidak dibatasi dengan batasan tetap, tetapi sesuai dengan kadar kemampuan, dari aspek kuantitas maupun kualitas. Sebagaimana firman Allah SWT:
“Hendaknya orang yang mempunyai kelapangan memberikan nafkah sesuai dengan kelapangannya. Dan siapa saja yang disempitkan rizkinya, hendaknya dia memberikan nafkah sesuai dengan apa yang diberikan oleh Allah kepadanya. Allah tidak membebani manusia, kecuali sesuai dengan apa yang diberikan kepadanya…” [Q.s. at-Thalaq: 7]

————————
1- Al-‘Allamah Prof. Dr. Rawwas Qal’ah Jie, al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah, Dar al-Jil, Beirut, cet. I, 2000 M/1421 H, Juz II/1895.
2- Istilah Nusyuz hanya berlaku dalam dalam kasus pembangkangan isteri kepada suaminya dalam dua hal: Pertama, kehidupan suami-isteri. Kedua, urusan rumah. Dalam konteks lain, seperti isteri mempunyai bisnis di luar rumah, kemudian tidak mengikuti kemauan suaminya, maka pembangkangan dalam kasus seperti ini tidak disebut Nusyuz.
3- Disebut talak Raj’i, karena suami masih mempunyai kesempatan kembali. Sedangkan disebut ba’in, karena keduanya harus berpisah, dan bisa kembali dengan akad baru. Dalam hal ini, ada dua: Pertama, ba’in bainunah shughra ketika isteri masa iddah-nya dari talak I dan II, sementara suaminya tidak menyatakan rujuk. Dalam kondisi seperti ini, jika suaminya mau rujuk, harus akad baru, sebagaimana pernikahan pertama. Kedua, ba’in bainunah kubra, dimana suami-isteri harus benar-benar berpisah akibat takal III. Kalaupun boleh kembali, mantan isterinya harus dinikahi pria lain, dan disetubuhi, kemudian diceraikan. Setelah itu, baru boleh dia nikahi. Namun, tidak boleh dilakukan dengan konspirasi antara suami pertama dengan kedua.
4- Li’an adalah proses, dimana suami isteri saling melaknat di depan pengadilan, karena tuduhan zina yang dialamatkan suami kepada isterinya, sementara tidak ada bukti 4 saksi. Status setelah li’an ini, maka hubungan suami-isteri batal untuk selamanya. Karena itu, tidak dihukumi seperti talak, sehingga ada masa ‘iddah-nya, tetapi dihukumi fasakh, dengan ‘iddah cukup sekali haid atau sebulan untuk membersihkan kandungan dari kehamilan.

KH Hafidz Abdurrahman


Sabtu, 27 Juli 2013

Alhamdulillah.....Ternyata Isteriku Tidak Cantik

Istriku tidak cantik, standar dan biasa saja. Aku juga sadar bahwa dia tidak cantik dan kalau bersanding denganku maka aku nampak lebih rupawan dari dia. Badannya kecil ada dibawah dadaku, juga kulitnya agak hitam, lebih putih kulitku, satu lagi kakinya agak pincang, yang kanan lebih kecil sedikit daripada yang kiri. Aku menyadarinya ketika aku sudah menikahinya, namun aku sadar bahwa aku telah memilih dia dengan ikhlas dihatiku, kan aku yang memilih, bukan dia yang memaksa, dan walau istriku tidak cantik, namun aku mencintainya. Allah taburkan rasa cinta itu ketika malam pertama aku bersamanya.

Dimataku dia tetap tidak cantik, namun aku nyaman bila melihat senyumannya. Dia selalu menerima apa adanya aku, sempat aku pulang tidak bawa gaji seperti yang dijanjikan di lembar penerimaan karyawan bahwa gajiku tertera 4 juta sekian-sekian, namun karena aku selalu terlambat dan juga sering bolos lantaran mengantar si kecil ke rumah sakit dan juga si sulung ke sekolah maka hampir 40 % gajiku dipotong. Subhanallah dia tidak bersungut, malah segera bersiap menukar menu makanan dengan yang lebih sederhana dan bersikeras meminjam komputer butut kami untuk menulis artikel yang dikirimkannya ke beberapa majalah yang terkadang satu atau dua artikel ditayangkan, dan baginya itu sudah Alhamdulillah bisa menambah sambung susu anakku.

Istriku tidak cantik, namun aku ingat, banyak sekali sumber daya alam yang buruk bahkan legam dan membuat tangan kotor namun tetap dicari, diburu dan dipertahankan orang, seperti batubara. Istriku mungkin bukan emas, dia mungkin batubara, keberadaannya selalu menghangatkan hatiku dan selalu membuatku tidak merasakan resah. Aku membayangkan bila aku menyimpan batubara satu kilo dirumahku dibandingkan dengan menyimpan emas satu kilo dirumahku, maka aku tidak akan dapat berjaga semalaman bila emas yang kusimpan. Namun bila batubara yang ku simpan, aku masih punya izzah ada barang yang ku simpan yang cukup berharga, namun aku tetap dapat tidur nyenyak dengannya.

Bayangkan bila istriku sangat cantik, mungkin aku tidak akan tenang membayangkan dia ke pasar dilirik semua lelaki, membayangkan dia sms-an dengan bekas pacar-pacarnya dulu, membayangkan mungkin dia bosan padaku. Akh.. aku bersyukur istriku tidak cantik sehingga aku bisa tidur nyenyak walau banyak nyamuk sekalipun. Istriku tidak cantik, namun dia adalah istri terbaik untukku.

Pesanku: aku selalu melihat sisi baik dari istriku yang membuatku merasa sama dan nyaman dengannya. (Red/eramuslim/www.dambacinta.blogspot.com)

Rabu, 17 Juli 2013

my husband is om miau


sekedar ingin menyegarkan kembali rasa yang mungkin sudah sedikit terkikis oleh karena seringnya kita bertemu dan menjalani rutinitas kehidupan rumah tangga. sehingga tak jarang kita kurang merasakan romantisme hidup seperti saat-saat awal kita menikah.

salah satu cara yang bisa kita coba adalah dengan mengenang momen-momen indah yang pernah dilakukan bersama, seperti dengan membayangkan awal pernikahan, membayangkan kembali bagaimana saat kita khitbah....saat kita awal ijab qabul.....membayangkan saat kita pertama kali mendapat momongan dan bisa pula membayangkan saat kita bercengkrama menikmati rekreasi keluarga.

tak butuh banyak waktu untuk melakukan itu semua. hanya dengan sedikit meluangkan waktu didalam ruang hati untuk bisa membayangkan dan merasakan kenangan indah itu. menjadikannya prolog untuk menyemai kembali romantisme cinta yang mungkin agak pudar oleh rutinitas kesibukan sehari-hari. met mencoba tips saya... (miau ideologis).

Sabtu, 13 Juli 2013

KISAH USTADZ FELIX SIAUW “Nikah Modal 1,5 Juta”

Sekedar berbagi nikmat yang dikaruniakan Allah, sekaligus menguatkan Mukmin yang menikah betul-betul karena Allah..
Jangan pikir nikah itu mudah, dan jangan pikir semua indah.Justru sesudah nikah sebaliknya malah, harus lebih sabar dan istiqamah.Tapi tentu juga nggak sesulit yang dikatakan, yang jelas perlu ilmu dan keikhlasan. Saya jadi Muslim tahun 2002 dan baru 2006 menikah..Jadi 4 tahun ditempa dan bersabar sebelum menikah.. Selama 4 tahun itulah saya halqah, dakwah, dan dibebani amanah, belajar jadi pemimpin di organisasi, bersiap untuk hari depan.

Niat saya menikah di tahun 2002 setelah Muslim kandas, karena kedua orangtua merasa saya belum pantas.. Maka dari 2002 itulah saya serius menyiapkan diri bukan hanya untuk menikah, memburu ilmu menjadi seorang imam, suami dan ayah. Semua buku keteladanan Rasul sebagai suami saya lahap, juga belajar dari senior dakwah yang sudah menikah dan jadi teladan.. Alhamdulillah tidak terlalu sulit mencari pasangan hidup. Dakwah menghantarkan saya berjumpa Ummu Alila.

Dengan uang 1,5 juta di tangan berikut 5 juta hibah papi-mami, majulah saya ke jenjang pernikahan yang sudah dinanti.. Setelah menikah hasilnya luar biasa, tak terduga. 1,5 juta hanya cukup sampai 2 bulan saja.

Bulan ke-3 saya dan Ummu Alila gelandangan tunakarya.. Biasanya cari kerja begitu mudah, Allah uji saya apply kerja kemana-mana ditolak. Sampai-sampai Ummu Alila yang sudah biasa jadi guru les privat, terpaksa saya terjunkan lagi untuk apply bantu cari duit.

Walhasil, Ummu Alila yang sudah 4 tahun berpengalaman jadi guru privat, juga ditolak ketika apply di 2 perusahaan, behh... rasanya. "Ini ujian Allah", saya sampaikan pada Ummu Alila, sementara tagihan-tagihan bulanan terus berdatangan tak peduli.

Pagi pergi bawa map apply kerja sampai sore, pulang Ummu Alila menanti dan kita tetep kere..
Akhirnya pas 3.5 bulan setelah nikah menjelang lebaran, Allah memberikan jua yang dinanti-nanti, penghasilan..
Nggak tanggung-tanggung, saya jadi pedagang emas, waktu itu oktober 2006, dan emas yang saya jual emas kawin Ummu Alila.

Saya inget betul, emas kawin berupa gelang dan beberapa cincin, laku 2.3 juta kita jual di Toko Emas "Cong", Gabus, Pati Jawa Tengah. Kita jalani lagi hidup dari hasil jualan emas kawin namun justru Ummu Alila bertambah menawan

Jujur saya malu jadi suaminya Ummu Alila saat itu, nggak mampu menafkahi lahir dengan mencukupi, tapi Ummu Alila selalu menguatkan komitmen nikahnya, "ummi akan selalu mendukung dan menurut pada abi"

Kamis, 02 Mei 2013

mencintaimu itu anugerah

aku menemani istriku seolah-olah itu perjumpaan terakhir
dan meninggalkan anakku seolah-olah takkan bertemu lagi

aku takut melampiaskan amarah pada anak-anak
karena aku khawatir itu yang terakhir mereka ingat

aku benci pergi dari istriku dalam keadaan marah
karena bisa jadi itu yang terakhir yang dia kenang

aku menulis agar anak-anakku mengenal persis siapa ayahnya
bukan dari lisan orang lain tapi dari tulisan ayahnya

aku meninggalkan istriku karena aku tahu persis
bahwa yang dia dan aku cari tiada ada di rumah

di medan perang ada nikmat yang tak disediakan ranjang
di medan dakwah ada bahagia yang tak didapat di rumah

mencintaimu itu anugerah
membencimu itu musibah

by: felix siauw

Kamis, 04 April 2013

AKU + KAU = KUA

Ketika hati menjadi satu maka hasrat pun kan menyatu
Jika cinta lahir karena terbiasa maka ia mampu dibunuh oleh masa...

Ketika hasrat meluap maka mesra saling menyuap,
ketika paras membutakan maka nafsu mematikan.
mereka merajut kisah dg namanya "pacaran"

Pacaran adalah proses "penjajakan".
Yang dijajaki dr ujung rambut sampai ujung kaki,
bukan membuat dewasa malah beradegan dewasa...

Kalau belum siap menikah ya kenapa harus pacaran?
Katanya "menjajaki" ya kan?
enak yah "menjajaki" yang gratis dan murahan?

sebenarnya islam mengajarkan wanita mulia dan terhormat
bukan bagai sampah nan berkarat
wanita terhormat tunduk pada syariat,
dengan nikah dia terikat

Yang mencinta atas nama pacaran sibuk baku syahwat
yang mencinta atas nama pernikahan baru terawat

Yang mencinta karena pacaran pastilah dikit dikit galau
yang mencinta karena pernikahan galaunya dikit :D

Ingat, lelaki mulia untuk wanita mulia
pantaskah kita mengharap suami setampan nabi yusuf,
sesoleh Rasulullah SAW...

Hai lelaki, bila cinta ajak ke KUA bukan ke taman kota....!!!
 
Rumusnya:

AKU + KAU = KUA

Menikah itu bukan bersumber dari pacaran,
karena muara pacaran adl dosa dan neraka.




Kamis, 28 Maret 2013

Keluasan Cinta-Nya dalam Taubatku


Disaat diri telah hampir putus asa karena dosa yang begitu besar, kutemukan semangat untuk berusaha dan terus berusaha dalam meraih ampunan dan cinta-Nya. Alhamdulillah sekarang ku temukan jalan Cinta-Nya dalam taubat. Meski kaki sering tergelincir namun aku tak akan pernah berputus asa...kuyakin dalam 100 Dosa ada 1000 ampunan....dalam 1000 Dosa ada Sejuta Ampunan....

Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222).

Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).

Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).”(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).

Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).

Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).

Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).

Minggu, 17 Maret 2013

hope of love

Dalam setiap bait doa-doa yang kulantunkan, semoga Allaah membuka pintu hatimu...
Meskipun aku tak tahu pasti apakah engkau bersedia menerimaku kembali...

Karena cintaNya aku mengenalmu...
Karena kasihNya dulu aku mulai mendekatimu...
Karena agama yang ada padamu aku mulai menyayangimu...
Namun sayang yang di damba hanyalah sayang yang mendatangkan pahala...


Biar hati terpaut karena berjuang demi agamaNya...
Biar hati saling menyayangi untuk menuju surgaNya...

Semoga kata hati yang kurasa ini bukanlah sayang yang menyeret pada dosa dan kemurkaan Allaah...

Biar bersama kita mengobati kehausan jiwa dengan secangkir air cinta dari Surga...
Bukan menjemput air timah dari neraka...


Yang aku impikan hanya kesempurnaan cintaNya..
Karena hanya begitulah tak akan ada rasa kecewa pada akhirnya...
(HA)

Jumat, 15 Maret 2013

Nantikanku di Batas Waktu

Salah satu bentuk ikhtiyar yang pasif adalah MENANTI....(bersabar menanti)
Mungkin dari kita ada yang pernah mengalaminya, yaitu menanti hari pernikahan. Ketika khitbah telah disampaikan kepada calon istri dan calon mertua dan hasilnya positif (diterima) maka langkah selanjutnya adalah menetukan hari pernikahan. menyiapkan diri dan semuanya untuk memasuki kehidupan baru yang penuh dengan tanggung jawab besar....

MENANTI, ya itulah yang akan kita alami setelah penentuan hari Pernikahan udah diputuskan. MENANTI sampai waktunya tiba.....
Mungkin nasyid ini sedikit mewakili perasaan kita saat itu:

Judulnya: Nantikanku di Batas Waktu
Munsyid : edCoustic

Lirik:
Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata

Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan

Reff :
Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi kesyurga abadi

Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu




sedikit mengenang masa lalu.....:p
kalo sekarang gue udah lolos dari proses PENANTIAN....
buat lo yang masih Jomblo ya....gue ucapin selamat menikmati PENANTIAN...
yang sabar ya.... :)

Senin, 11 Maret 2013

Aku Bukan Suami yang Sempurna



Tadi malam, dua jam lebih saya berdiskusi dengan istri tentang eksistensi seorang istri. Ternyata banyak wanita yang galau. Mereka ingin eksis, tetapi bingung. Ingin bisnis, takut. Ingin mengejar karir, waktunya tidak seleluasa para pria. Ingin fokus mendidik anak, tetapi kemudian merasa ilmu yang didapat saat kuliah sia-sia.

Banyak wanita yang salah persepsi, mengira eksistensi istri itu dilihat dari penghasilan yang mereka dapatkan. Salah kaprah ini menjadikan tugas tambahan untuk seorang istri menjadi semakin berat. Hal ini terkadang diperparah dengan suami yang sering “memalak” penghasilan istri.

Sebenarnya tugas utama istri itu begitu berat dan mulia. Apa itu? Mendukung suami menjadi lelaki yang hebat dalam karir atau bisnis sekaligus mendidik serta menyiapkan masa depan ana. Peran yang bisa dijalankannya begitu besar, ia manajer di rumah, pelatih, partner, konsultan dan pengayom bagi anggota keluarganya.

Apakah wanita tidak boleh bekerja atau berkarir? Tentu boleh, tetapi setelah tugas utamanya terselesaikan dengan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan karir atau bisnis suaminya berkembang pesat. Anak-anaknya secara pendidikan, mental, spiritual terus tumbuh dan memiliki karakter yang kuat.

Pendidikan berkarakter bagi anak bukan hanya ditentukan prestasi akademik di sekolah, hafal doa dan ayat-ayat pendek dari Kitab Suci, dan menjadi “anak baik” saat diajak bepergian. Tetapi lebih penting dari itu, sentuhan, perhatian dan transfer attitude serta suri tauladan yang bisa dirasakan, dilihat dan didengar seorang anak, terutama dari ibunya.

Dengan tugas yang begitu berat itu, seharusnyalah ia dihormati, dijaga, dimuliakan dan dibayar sangat mahal oleh suaminya. Ia tak harus lelah bekerja, berkarir atau berbisnis. Karena bekerja bukanlah tugas utama seorang istri, maka andai ia berpenghasilan sungguh wajar apabila suami tidak berhak satu rupiahpun atas penghasilan istri. Sang suamipun harus tahu diri dan memiliki rasa malu meminta penghasilan istrinya.

Dari hasil diskusi tadi malam kami berkesimpulan, agar tak galau memang istri perlu aktivitas tambahan. Aktivitas itu tidak harus selalu bekerja, berbisnis atau sesuatu yang menghasilkan uang. Seorang istri harus diberi kesempatan dan dukungan untuk bisa berbagi dan berkontribusi sesuai dengan passionnya agar ia merasa semakin eksis dan kahadirannya di dunia memiliki arti.

Saat istri saya sudah tidur, saya merenung dan berkata dalam hati,

“Tugasmu begitu berat, mendukungku dan menemani anak-anak hingga bisa tumbuh seperti sekarang. Tetapi aku merasa penghargaanku kepadamu masih sangat kecil dibandingkan pengorbananmu. Maafkan aku istriku, ternyata aku bukan suami yang sempurna.”
(By: Jamil Azzaini)

Rabu, 06 Februari 2013

Cinta Mulia



Tiada guna cinta bila buat sengsara 
sesuaikan cinta dengan syariat itu baru 
cinta Mulia

nggak usah bilang cinta bila hanya ada janji....

Cinta Mulia
berarti segera nikahi atau
sudahi saja bila belum siap menikahi.

Bila rasa sudah tak dapat ditahan
ya halalkan...... 
bila sadar belum siap 
ya tinggalkan.....

peringatan bagi lelaki
jangan menyiksa wanita dengan mencintai tanpa menikahi.

peringatan bagi wanita
jangan siksa lelaki dengan rayuan tanpa kesiapan pernikahan.

cinta palsu ditakar MAWAR dan COKLAT

Cinta Mulia ditakar IMAN dan AKAD

(diolah dr: om felix)

Selasa, 29 Januari 2013

PERAHU KECILKU, Aku dan Cintaku...

Berusaha mengais puing-puing...
Serpihan Sang Perahu yang tlah hancur berkali-kali
Luluh lantak dulunya diterpa badai
Satu, dua kali ia pernah hancur...

Namun...
Ku yakinkan diri...
Insya Alloh ku masih mampu merakitnya kembali...
Ku coba lebih hati-hati merakitnya...
Ku tambal sana sini...

Meski...
Tak seindah dulu lagi...
Tetap ku arungi bahtera ini...
Mendayung dengan perahu kecilku yang tampak lusuh...

Ku coba tanamkan dalam hati...
Syukurku kan membuat ia indah...
Sabarku kan membuat ia sanggup arungi badai besar ini...
Badai besar yang siap tenggelamkan kami...
Jika kami lalai tuk ke tiga kalinya...

Semoga Alloh ta'ala selamatkan perahu kecilku
Hingga ke tepiannya...
Hanya pada-Nya kusandarkan sejuta harap...
Ku gantungkan semilyar impian...
Ku haturkan setriliun doa...
Moga perahu kecilku ini...
Kan berlayar kokoh...
Kibarkan layarnya dengan indah kembali...
Hingga ketepiannya...

dengan ikhtiyarku dan ikhtiyarmu...
dengan tawakalku dan tawakkalmu...
dengan cintaku dan dan cintamu...
dengan bersandar pada satu sandaran...
Ridha-Nya dan Cinta-Nya...
(By: YR)

Kamis, 17 Januari 2013

Cukup Hati ini yakin bahwa kita Saling Terpilih

Menatap langit malam 
saat semesta hening tertegun
Tiada satu pun irama mengalun
Hanya jemari membelai daun
Pelan,lembut mengantarnya turun
Perlahan penuh sahaja mengiring
Menuntun helai yang telah kering


Pertemukan bumi dengan kemuning
Sampai di dasarnya tanpa berdenting
Tak butuh nada agar indah tercipta
Juga tanpa suara hendak bercerita


Begitulah pula adanya bahasa CINTA
Tak selalu rapi terangkai dalam kata
Bahkan ketika ranting melepas dalam diam,
Saat warna dedaunan beranjak kelam
Mengerti nanti pada akar bersemayam

Dan,

penyatuan pun semakin dalam
Seperti itu juga layaknya menguntai kasih
Mempercayai tiap lembarnya adalah putih
Meski tiada ucap rasa dalam lisan jernih
Cukup hati meyakini saling terpilih
(may)

Jumat, 16 November 2012

karena separuh aku.....dirimu.....

Dengar laraku.....
kusampaikan pesan Tuhanmu.....


“Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya.” (TQS al-A‘rรขf [7]: 189)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” (TQS ar-Rรปm [30]: 21).

Dengar laraku.....
kusampaikan pesan Nabimu.....

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

ู‚ِูŠู„َ ู„ِุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃَูŠُّ ุงู„ู†ِّุณَุงุกِ ุฎَูŠْุฑٌ ู‚َุงู„َ ุงู„َّุชِูŠ ุชَุณُุฑُّู‡ُ ุฅِุฐَุง ู†َุธَุฑَ ูˆَุชُุทِูŠุนُู‡ُ ุฅِุฐَุง ุฃَู…َุฑَ ูˆَู„َุง ุชُุฎَุงู„ِูُู‡ُ ูِูŠ ู†َูْุณِู‡َุง ูˆَู…َุงู„ِู‡َุง ุจِู…َุง ูŠَูƒْุฑَู‡ُ

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251)

Dengar laraku.....
Suara hati ini memanggil dirimu.....
Dengar laraku.....
Duhai istri.....
Bukan ku berharap pamrih atas apa yang pernah ku berikan padamu tapi.....

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika selesai shalat gerhana,

ูˆَุฑَุฃَูŠْุชُ ุงู„ู†َّุงุฑَ ูَู„َู…ْ ุฃَุฑَ ูƒَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ู…َู†ْุธَุฑًุง ู‚َุทُّ ูˆَุฑَุฃَูŠْุชُ ุฃَูƒْุซَุฑَ ุฃَู‡ْู„ِู‡َุง ุงู„ู†ِّุณَุงุกَ. ู‚َุงู„ُูˆุง: ู„ِู…َ ูŠَุง ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ؟ ู‚َุงู„َ: ุจِูƒُูْุฑِู‡ِู†َّ. ู‚ِูŠْู„َ: ูŠَูƒْูُุฑْู†َ ุจِุงู„ู„ู‡ِ؟ ู‚َุงู„َ: ูŠَูƒْูُุฑْู†َ ุงู„ْุนَุดِูŠْุฑَ ูˆَูŠَูƒْูُุฑْู†َ ุงْู„ุฅِุญْุณَุงู†َ، ู„َูˆْ ุฃَََุญْุณَู†ْุชَ ุฅِู„ู‰َ ุฅِุญْุฏَุงู‡ُู†َّ ุงู„ุฏَّู‡ْุฑَ، ุซُู…َّ ุฑَุฃَุชْ ู…ِู†ْูƒَ ุดَูŠْุฆًุง ู‚َุงู„َุชْ: ู…َุง ุฑَุฃَูŠْุชُ ู…ِู†ْูƒَ ุฎَูŠْุฑًุง ู‚َุทُّ

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907).

Dengar laraku.....
Suara hati ini memanggil namamu.....
karena separuh aku.....dirimu.....

Dengarlah sabda nabimu.....

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู„ุงَ ุชُุคْุฐِูŠ ุงู…ْุฑَุฃَุฉٌ ุฒَูˆْุฌَู‡َุง ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุฅِู„ุงَّ ู‚َุงู„َุชْ ุฒَูˆْุฌَุชُู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ْุญُูˆْุฑِ ุงู„ْุนِูŠْู†ِ : ู„ุงَ ุชُุคْุฐِูŠْู‡ِ , ู‚َุงุชَู„َูƒِ ุงู„ู„ู‡ُ , ูَุฅِู†َّู…َุง ู‡ُูˆَ ุนِู†ْุฏَูƒَ ุฏَุฎِูŠْู„ٌ ูŠُูˆْุดِูƒُ ุฃَู†ْ ูŠُูَุงุฑِู‚َูƒِ ุฅِู„َูŠْู†َุง

“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami”. (HR. Tirmidzi no. 1174 dan Ahmad 5: 242.

Semoga para Istri bisa mendengar lara hati para suami.....
Sehingga cinta tak terluka.....
Karena Separuh aku.....dirimu.....

(dambacinta.blogspot.com)

Sabtu, 10 November 2012

Sabar & Istiqomah dalam sebuah PENANTIAN

“Hebat sekali benda bernama perasaan itu".
Meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat,

Dia bahkan bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang”.

Orang-orang yg merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik, boleh jadi doa-doanya menguntai tangga yang indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yang lebih baik.

Berusaha Sabar & Istiqomah dalam sebuah penantian yang tak ada satupun yang tahu kapan semua kan berakhir...

Insya Alloh semua kan indah pada akhirnya...

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah:153)

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (QS. Ar Ra’d:22)

(dambacinta.blogspot.com)