Tampilkan postingan dengan label tangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Mei 2012

Buktikan Cinta dengan Syukur



Sesekali "berkacalah" pada para ahli maksiat itu...

Suatu saat,
bisa jadi kita menjadi seperti mereka...

Manusia-manusia kufur layaknya mayat tampa ruh yang pasrah digiring dalam kemaksiatan...

Karena sungguh...
Andai syukur itu hilang dari lubuk hati,
niscaya setan akan begitu mudah menjauhkan kita dari Allah swt...

Bayangkan betapa sulitnya kita berlepas diri, ketika maksiat itu sudah kita cicipi,
ternikmati,
bahkan disukai...

Saat itu,
Sungguh,
nasehat takkan pernah didengar,
petunjuk tak dihiraukan...

maka,
bersyukurlah agar membuat kita jadi kaya.
Maka,
bersyukurlah,
Karena kita ingin terhindar dari api neraka..
.

alhmdulillah 'alaa kulli hal...

Sungguh,
setan cuma butuh kita tak bersyukur...
tuk menggiring kita ke neraka...

Tak bersyukur,
dengan menyalahgunakan pemberian-Nya...

diberi tangan, dipakai tuk maksiat...
diberi hati, dipakai tuk maksiat...
diberi mata, dipakai tuk maksiat...
diberi wajah tampan, dimanfaatkan tuk maksiat...
diberi wajah cantik, dimanfaatkan tuk maksiat...
diberi harta, dinafkankan dijalan maksiat...
diberi jabatan, dipakai maksiat...
diberi umur panjang, dipakai maksiat...

semoga kita slalu mampu mensyukuri segala pemberian-Nya...
mencintai-Nya...
dengan sebenar cinta...
meski kita tak mungkin mampu membalas seluruh Cinta-Nya...
laksanakan perintah-Nya...
jauhi larangan-Nya...

(dambacinta.blogspot.com)

Senin, 02 Januari 2012

Apakah Jodoh Setiap Orang Telah Ditetapkan oleh Allah swt

Mungkin sering kali diucapkan oleh kita atau teman-teman kita bahwa "JODOH ada ditangan Tuhan". lalu bener nggak sih begindang...eh begitu???

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, jodoh diartikan sebagai: orang yang cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; dan imbangan (www.kamusbesar.com, kata kunci: jodoh). Jika melihat fakta di masyarakat, kata jodoh untuk manusia cenderung menunjukkan suami atau isteri, bukan pasangan yang belum menikah meski keduanya memiliki kecocokan. Misalnya si B diperisteri oleh si A, berarti si B adalah jodoh si A, sedangkan si C tidak jadi diperisteri oleh si A, berarti si C bukan jodoh si A. Ini terlepas dari apakah suatu pernikahan akan berlangsung langgeng atau retak di tengah jalan dengan perceraian, karena istilah jodoh dan bukan jodoh tidak lazim digunakan untuk pasangan yang bercerai setelah pernikahannya. Terlepas juga apakah perceraian terjadi dalam waktu yang singkat atau setelah berpuluh-puluh tahun setelah pernikahan.

Apabila kita hubungkan dengan pertanyaan di atas, maka arti yang tepat yang dimaksud oleh saudari penanya adalah pasangan hidup yang sah alias suami atau isteri. Sehingga pertanyaannya menjadi: apakah suami atau isteri kita nantinya sudah ditetapkan oleh Allah swt?

Tidak Berdasarkan Dalil

Selama ini tersebar pemahaman di tengah masyarakat bahwa pasangan hidup –baik suami mupun isteri– setiap manusia sudah ditetapkan oleh Allah swt. Anggapan ini antara lain disandarkan kepada dalil-dalil berikut.

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ [الروم/21]

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian isteri-isteri dari diri kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar-Rum [30]: 21)