Tampilkan postingan dengan label poligami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poligami. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juni 2012

duhai istriku yang cantik, manis dan imut-imut...KONSISTENLAH.... :p




Suami: "Ummi.., abi mau nanya nich...Kalau sholat DHUHA 2 rakaat dengan 6 rakaat baikan mana ya?"

Istri: "6 rakaat dong..., LEBIH BANYAK LEBIH BAIK..."

Suami: "Truss..kalau PUASA daud dengan senin-kamis, lebih baik mana ya mi...?"

Istri: "Puasa daud dong...LEBIH BANYAK LEBIH BAIK..."

Suami: "Truss...kalo SEDEKAH 100 ribu dengan 10 ribu?"

Istri: "Abi ini gimana sich...ya jelas lah lebih baik 100 ribu...kan LEBIH BANYAK LEBIH BAIK..."

Suami: "Subhanalloh...nah sekarang begini mi...kan ummi udah bener-bener faham kalo "LEBIH BANYAK LEBIH BAIK..." so...sekarang kan abi masih punya ummi doang kalau kira-kira abi NAMBAH SATU LAGI...gimana?"

Istri: "eeeaaa....eeeaaaa....ciat...ciat....@#%$#*#@$..."

Suami: "Kabooorrrr....."

(dambacinta)

Rabu, 18 Mei 2011

Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami dan Puisi Jawaban dari Sang Istri


Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami

Istriku,......
jika engkau bumi, akulah matahari
aku menyinari kamu
kamu mengharapkan aku
ingatlah bahtera yg kita kayuh,
begitu penuh riak gelombang
aku tetap menyinari bumi,
hingga kadang bumi pun silau
lantas aku ingat satu hal
bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi,
ada planet lain yg juga mengharap aku sinari

Jadi..
relakanlah aku menyinari planet lain,
menebar sinarku ...
menyampaikan faedah adanya aku,
karna sudah kodrati dan Tuhan pun tak marah...


Puisi Balasan sang istri

Suamiku, ......
bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya
aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yg pernah TUHAN
ciptakan karna mereka juga seperti aku butuh penyinaran dan akupun juga
tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu

AKAN TETAPIIIIIIII..
bila kau hanya sejengkal lilin yang berkekuatan 5 watt,
jangan bermimpi menyinari planet lain!!!

karna kamar kita yg kecil pun belum sanggup kau terangi
bercerminlah pada kaca di sudut kamar kita, di tengah remang-remang
pencahayaanmu yg telah aku mengerti untuk tetap menguak mata
coba liat siapa dirimu...
MENTARI atau lilin ?

jika kau merasa MENTARI aku tak kan menghalangimu
semoga Alloh melindungimu
namun jika kau adalah lilin ku doakan
semoga suatu saat suamiku tercinta
akan menjadi sebuah MENTARI
amin....



Senin, 02 Mei 2011

Ummi…Berbagi Yuk...


“Gimana kalau abi menikah lagi ummi sayang?” itulah ucapan yang keluar dari bibir Firman kepada istri tercintanya Mutia tepat di malam ulang tahun pernikahan mereka yang ke10, di malam yang setiap tahunnya Firman akan memberikan “kejutan istimewa” yang tidak pernah Mutia duga. Kali ini memang kejutan yang diberikan Firman adalah kejutan yang luar biasa istimewa.“Shock” itu yang Mutia rasakan hingga Mutia hanya bisa tersenyum kecut kepada Firman.

”Loh koq Ummi malah senyum aja?” diam tandanya setuju ya mi? Kalau umi setuju abi kenalin calonnya sama umi, besok kita soan kerumahnya ya sayaanng” Seloroh Firman ..Haa besok bi? Akhwatnya sapa? Kenal dimana? Berondong Mutia karena tak siapnya mendengar ucapan Firman. Mutia teringat ketika diawal menikah dulu Firman pernah menyampaikan keinginannya suatu saat nanti ingin Poligami, dan Mutia hanya menganggapnya gurauan belaka dan tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat sehingga tidak menjadi beban pikiran Mutia saat itu.

Belum sempat Firman menjawab, Mutia sudah mencerca kembali “Abi sudah tidak sayang lagi sama ummi? Kurangkah pelayanan ummi selama ini? Apakah ummi sudah tidak menarik lagi dimata abi? Walau sepaham apapun Mutia tentang Poligami, ternyata ketika menghadapi kenyataan ini Mutia tetaplah wanita biasa, sama dengan wanita lain, memiliki rasa mencintai dan ingin dicintai, serta rasa cemburu dan tidak ingin berbagi.

Ummi sayaang tentu saja cinta abi tidak pernah berkurang sedikit pun, bahkan akan bertambah jika melihat keikhlasan ummi nantinya, tidak ada yang kurang selama ini sayang, ummi selalu memberikan hari hari yang indah untuk abi ditambah dengan hadirnya dua mujahid kecil kita..Ucap Firman mesra..

Namanya zahidah, adik ngaji istrinya ustad azzam, seorang wanita sholehah, sangat aktif dakwahnya, bergelar master, dia sudah sangat matang umurnya untuk menikah, dan dia sudah 20kali gagal ta’aruf demi mengenapkan separuh diennya. Usianya sudah 32tahun, setiap biodatanya disodorkan ke para ikhwan, mereka langsung mundur teratur. Tidakkah ummi merasa iba dan empati dengan “jeritan hati seorang akhwat” yang ingin menggenapkan separuh diennya hingga harus gagal sampai 20kali?..Firman menatap wajah istrinya dengan memelas..

Tapi Bi..poligami itu berat loh, ingat hadits ini kan “Barangsiapa yang memiliki dua orang istri lalu ia condong pada salah satunya, maka ia akan datang pada hari kiamat sedangkan bahunya miring.” Apakah abi sudah siap dengan itu? Siapkah berlaku adil? Kalau Abi siap dan sanggup maka Ummi ridho dan ikhlas jika abi dicintai dan dikasihi muslimah lain, dan ummi siap menerima uluran persahabatan dari ukhti zahidah.Jawab Mutia dengan bijaksana.

InsyaAllah abi siap . Tegas Firman Lega*******
(dari catatan FB DiNie Az ZaHra)

Sabtu, 30 April 2011

ISLAM DAN POLIGAMI


Salah satu ajaran Islam yang sangat mulia adalah diperbolehkannya poligami bagi kaum laki-laki. Namun demikian, tidak jarang masalah satu ini dijadikan senjata oleh orang-orang yang benci dengan Islam untuk menohok dan mendiskreditkan ajaran Islam. Dengan alasan bias gender, keseteraan gender, dan juga feminisme mereka menyatakan bahwa poligami merupakan salah satu bentuk penindasan terhadap hak-hak perempuan. Bahkan, ada sebagian pihak yang memandang poligami sebagai bentuk pelecehan terhadap kehormatan wanita. Mereka menyamakan poligami dengan bentuk pelacuran dan gundikisme.

Benar, mereka tidak memandang poligami dari sudut pandang Islam. Mereka tidak menjadikan al-Quran dan Sunnah sebagai dasar pijakan untuk menilai poligami. Akan tetapi, mereka menggunakan dalil persamaan hak dan kesetaraan gender yang lahir dari pandangan kafir barat, liberalisme dan human right (HAM) untuk menghukumi poligami. Wajar saja jika mereka mencela dan menghujat ajaran Islam yang sangat mulia itu. Namun demikian, cara-cara seperti ini jelas-jelas tidak akan berhasil mempengaruhi keimanan kaum muslim.

Mereka tidak kekurangan akal untuk mendiskreditkan poligami. Mereka mengotak-atik nash-nash yang sudah jelas maknanya dan mencari-cari ayat dan hadits agar poligami dilarang. Kajian yang mereka lakukan bukanlah kajian yang benar dan ikhlash, akan tetapi kajian yang ditujukan untuk mencari legalitas atas kemauan-kemauan politik mereka. Bahkan, mereka juga mengkritik Nabi Mohammad saw, shahabat laki-laki, para ahli hadits, tafsir, dan ahli kamus dengan alasan apa yang mereka lakukan terlalu bias gender.

Sebagian kaum muslim yang menghambakan dirinya kepada barat berusaha dengan keras memaksakan pemikiran-pemikiran ini (feminisme, kesetaraan gender, dan seterusnya) kepada kaum muslim.

Namun demikian, kebenaran tetaplah kebenaran. Ia tidak akan mungkin bisa dikalahkan dengan kajian murahan yang tidak berlandaskan ‘aqidah Islam.

Lalu, bagaimana pandangan Islam sendiri terhadap poligami. Apakah poligami berhukum haram, makruh, sunnah, mubah atau bahkan wajib?

DI DUAKAN...??? YANG KE DUA...??? OH NO....!!!

“Ini tidak mungkin...!” hati nanda berontak saat membaca sms dari seseorang yang belum lama ia kenal, sms yang seketika membuat dia panas dingin dan menangis.

“ Saya ingin menjadikan ukhti yang kedua dalam kehidupan saya, saya berharap ukhti bersedia untuk menjadi istri kedua bigi saya (setyo)”. Kata-kata inilah yang seketika membuat tubuh nanda gemetar, sms dari seseorang yang baru beberapa waktu ia kenal,karena memang ada suatu urusan yang mengharuskan mereka bertemu, dan pertemuan itupun didampingi oleh istrinya.

“ ‘Afwan saya tidak bisa menerima apa yang menjadi harapan ustad terhadap saya” itulah kata yang mampu nanda ketik dan ia kirimkan kepada sang pengirim sms itu. Dia memanggil sang pengirim sms itu dengan sebutan ustadz karena memang itulah panggilan yang disematkan orang-orang kepadanya. Nanda bahkan baru tau nama orang yang dia panggil dengan sebutan ustadz tersebut, yang ternyata bernama Setyo.

“Saya akan menunggu ukhti...” itulah jawaban singkat sang ustad. Nanda semakin bingung dengan jawaban singkat tersebut.

“Apa maksud ustad..?”

“ Saya hanya berharap ukhti bersedia menjadi bagian dari hidup saya, silahkan istikharoh dulu, saya akan menunggu jawaban ukhti, Afwan.”

Nanda tidak menjawab sms tersebut, Nanda hanya ingin menangis, mengeluarkan kekesalannya,berbisik lirih didalam hati, kenapa ini terjadi pada dirinya. Menyesali mengapa harus ada pertemuan itu,seandainya saja pertemuan itu tidak pernah terjadi tentu tidak akan pernah ada kejadian seperti ini.

“ Ya Allah... mengapa harus hamba yang dipilih olehnya, tidak adakah akhwat lain yang menjadi pilihannya, akhwat yang setara dengan dirinya, akhwat yang cerdas dan yang jauh lebih sholehah dibanding saya” lirih untaian do’a Nanda saat menghadap Sang pemilik hati di sepertiga malam. “ Andai ia masih sendiri, tentulah dengan senang hati saya menerima apa yang menjadi harapannya untuk menjadikanku bagian dari hidupnya, tapi saat ini ia sudah punya yang lain, istrinya yang sangat saya hormati, yang lemah lembut dan cerdas. Ya Allah hamba yakin Engkaulah sebaik-baik penentu dalam kehidupan kami.”

“ Ukhti.. apakah gerangan yang membuat ukhti berat untuk menjadi yang kedua bagi saya..? saya memang tidak kaya dalam hal materi, tapi insyaAllah saya sanggup memuliakan ukhti, menjadi pendamping yang baik bagi ukhti, jika ukhti siap, saya akan datang ke orang tua anti bersama istri saya. Syukron”.

“ InsyaAllah saya siap, silahkan ustadz dan istri datang kerumah.syukron”. itulah jawaban singkat Nanda. Nanda sadar bahwa menjadi yang kedua bukanlah suatu hal yang hina karena Allah juga membolehkan poligami. Inilah saatnya membuktikan arti sabar dan ikhlas yang sesungguhnya.(catatan FB: Khamza Az-zahra)

Jumat, 29 April 2011

AYAT CINTA DALAM TAHAJJUD


Selesai bertahajjud, Rofik memutar duduk mendekat menghadap istrinya. Fina menyambut dengan meletakkan tangannya diatas tangan suaminya, merekapun saling merasakan kehangatan. Suasana yang sunyi-senyap dikala anak-anak sedang terlelap, hati Fina terdorong untuk membahas masalah itu lagi.

“Mas Rofik, selama kita menikah mas sudah memberikan Umi yang terbaik untuk seorang istri, nafkah yang cukup bahkan lebih, kasih-sayang yang bikin Umi merasa jadi bidadari. Dan yang bikin Umi bersyukur adalah dukungan penuh mas Rofik terhadap aktivitas dakwah Umi. Umi bahagia lahir-batin mas. Allah benar-benar memberiku kado lebaran yang indah saat itu…” Fina mengakhiri kalimatnya dengan senyuman, kedua hati merekapun serempak berbinar ketika digiring pada momen 10 tahun yang lalu, ketika mereka dipertemukan untuk meneguhkan hati melaksanakan mitsaqon gholidzon bahtera pernikahan.

"Mas Rofik sudah memberikan yang terbaik sebagai suami, maka ijinkanlah Umi memberikan sesuatu yang indah untuk Mas...tentu yang belum pernah Umi kasih". Rofik diam, kali ini istrinya kembali menyinggung gagasan yang sudah beberapa hari ini dia sampaikan.Jika hal ini didengarnya 6 tahun silam, pastilah itu hanya guyonan yang tidak perlu dipikir panjang. Tapi kali ini, istrinya serius, sudah beberapa hari Fina mengutarakan itu dengan keyakinan di setiap kalimatnya, tidak ada tendensi bercanda yang tak perlu direalisasikan.

Jika selama ini, cerita yang didengar tentang teman akhwat yang lajang adalah dalam rangka meminta bantuan untuk mencarikan jodoh dari temen-temen ikhwannya yang masih lajang dan siap nikah, tapi kali ini, justru todongan itu diarahkan ke dirinya, untuk menikahi Ina sebagai istri kedua.

“bukankah selama ini kita sudah berusaha untuk mencarikan Ina jodoh, dan ternyata susah kan? Usianya sepantaran Umi, dan ikhwan yang ingin menikah semuanya berusia di bawah 30. Belum disodori biodata sudah mundur kalo tahu usia akhwatnya jauh diatasnya. Untuk menjadikan Ina istri kedua buat yang lain, Umi ngrasa terlalu ribet urusannya, lagipula gak ada kan temen Abi yang terang-terangan cari istri kedua..he..he..he..”.

Begitulah istrinya memberi alasan, huuffff…kadang alasan yang dikemukakan itu sesuatu yang tak bisa ditolak oleh perasaan manusiawi:

“Ina itu sebatang kara, kedua orang-tuanya sudah meninggal, semua saudaranya hidup pas-pasan. Selama ini ia menghidupi dirinya sendiri dengan mengajar dan jualan kecil-kecilan dititip ke warung-warung. Dengan kondisi seperti itu, dia tetap giat berdakwah dan semangatnya tak pernah luntur, aku mengenalnya sejak kuliah dulu. Kalau ke depan kami berpartner untuk jadi istri mas Rofik, rasanya cocok, bisalah meminimalisir potensi konflik sesama istri”

Bagi Rofik, pembahasan belum selesai, betapapun meyakinkannya permintaan Fina, ada sisi-sisi yang harus ia tuntaskan dalam masalah ini.
(catatan FB: Ratna Safina)

Ingin Kaya? Menikahlah lagi? "wah error nich..., tapi...."


Suatu ketika aku ngobrol sama teman tentang rizqi, kebetulan kita memang lagi "terancam" beberapa bulan lagi kontrak kerja habis+kontrak rumah juga habis dan sampai saat ini belum ketemu jalan keluarnya. lagi enak2nya bicara peluang bisnis untuk nambah Rizqi eh...malah beliaunya nyampaikan sebuah hadits yang belum jelas riwayatnya bahwa jika mau "kaya" maka menikahlah lagi....
wedew...begh...glodak...mana sambungannya, gue berfikir mana mungkin...bukannya dengan seperti itu berarti kita nambah beban hidup lagi. boro-boro mau kaya, bisa-bisa malah menambah jumlah angka kemiskinan di Indonesia...^^

kitapun menghentikan pembicaraan yang gak jelas ini, meski dihati masih bertanya2, kalo hadits itu shohih bisa jadi itu betul, cuman kitanya saja yang mungkin belum tahu rasionalisasinya gimana...ehm...^^

akhirnya sambil jaga warnet akupun coba browsing, siapa tahu ada tulisan yang rinci tentang hal itu...cie...serius amat....(*yang begian mah emang bikin penasaran kaum Adam...hahahaha...). Akhirnya kutemukan artikel ini:

Bagaimana keadaanmu hari ini wahai fulan?”, tanya Rasulullah pada suatu hari kepada salah seorang sahabatnya. “Alhamdulillah, baik ya Rasulullah, tapi kalau boleh kami mengadukan kepadamu, kami masih mengalami kekurangan dalam hal ekonomi”. “Oh ya, kalau demikian menikahlah,” kata Rasulullah SAW. “Tapi Ya Rasulullah… bukankah kami sudah beristri,” Jawab Rasulullah: “Ya … nikahlah”. Hal yang demikian terjadi sampai sahabat tadi sudah beristri dengan tiga orang wanita, tapi jawaban Rasulullah tetap sama. Maka pada lain kali ketika sahabat tadi berjumpa kembali dengan Rasulullah, keadaannya sudah berubah jadi berkecukupan dengan memiliki empat orang istri. (Al-Hadits).

Kajian membahas bagaimana jikalau seorang laki-laki merasa miskin dan terbatas rejekinya, salah satu solusi yang pernah dicontohkan nabi yaitu anjuran untuk menikah lagi. Bila ada yang menganggap banyak anak banyak rejeki sebenarnya dasarnya juga Al Qur’an, bahwa setiap makhluk membawa rejekinya masing-masing. Setiap anak Insya Allah sudah tercatat rejekinya masing-masing. Tentunya pengertian banyak anak ini bisa berarti berasal dari banyak istri (sampai 4) atau berarti banyak istri banyak rejeki.

Tentu banyak hal yang harus menjadi syarat dan ketentuan untuk memenuhi anjuran hadits tersebut di atas. Ustadz muda Abdul Karim, yang membahas semalam, juga bercerita bahwa sejak banyaknya bencana di Indonesia banyak juga saudara kita yang syahid. Banyak janda dengan menanggung anak yang membutuhkan naungan dan perlindungan seorang laki-laki. Pak Ustadz yang sedang merintis panti asuhan putri itu (baca di Dermawan Tidak harus Kaya) ketika mengangkat seorang anak yatim justru digoda rekannya, “Sekalian ibunya dinikahi saja”. Karena alasan belum mampu Pak Ustadz hanya memelihara salah satu anak si janda itu.

Kesempatan untuk menikah lagi terbuka luas, kata Pak ustadz, salah satunya untuk kemaslahatan umat dengan melindungi anak-anak yatim. Para peserta kajian hanya tersenyum simpul karena juga sama dengan Pak Ustadz karena merasa belum mampu.

Apakah anda seorang suami yang masih merasa miskin dan ingin meningkatkan kesejahteraan (baca:kaya)? Salah satu kuncinya yaitu: menikah lagi karena Banyak Istri Banyak Rejeki.(cahaya1iman.blogdetik.com)

ya begitulah ternyata penjelasan yang aku dapatkan di blog orang. jika masih penasaran silahkan telusuri sendiri ya? entar kalo dapat yang lebih rinci share ke gue....hehehehe....
wallohu a'lam bisshowab.