Tampilkan postingan dengan label suara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2011

Aku Ingin.........(suara hati ikhwan dengan segala impian Cintanya)

Sebagai sesama Ikhwan saya hanya menerka-nerka, mungkin seperti inilah gambaran keinginan yang telukis dalam hati seorang ikhwan yang sudah menemukan akhwat idaman yang akan dia jadikan Istri/teman sejatinya(dunia & Akhirat). apalagi saya kan udah berpengalaman...cie...., meski dulu saat saya berproses insya Alloh tak selebay apa yang ada dalam tulisan dibawah ini, karena tulisan ini saya ambil dari comot sana-sini bukan dari suara hati saya. Selamat membaca suara hati ....

Aku ingin mengenalmu dengan sempurna

Tanpa penjajakan yang saat ini sedang marak orang lain lakukan berkedok ta'aruf padahal itu adalah pacaran yang diharamkan. Cukuplah aku mengenalmu melalui musrifku/musrifahmu (ustadz/ustadzah), keluarga, ataupun lingkungan dakwah yang kita lalui bersama. Sejatinya aku tak akan pernah bisa mengenalmu, karena pernikahan adalah proses pengenalan yang berkesinambungan. Pernikahan bukanlah akhir tujuan perkenalan, namun awal sesungguhnya dari perkenalan. Aku memang tak mengenalmu, namun aku akan berusaha mengenalmu semampuku, setelah kita telah dinyatakan halal untuk saling mengenal.

Aku ingin melamarmu dengan sempurna

Tanpa pertukaran cincin terlebih dahulu seperti yang orang lain bilang tunangan. Cukuplah aku mengenalkan diri dan keluargaku pada keluargamu. Hingga tercipta keharmonisan awal yang sejatinya tercipta karena menghormati kesucian pernikahan. Aku memang tak sanggup memberikan banyak harta untuk melamarmu, namun di jalan dakwah yang akan ku jalani denganmu, aku berjanji untuk berusaha mencari harta semampu kita. Harta yang halal untuk kita pakai bersama.

Aku ingin menikahimu dengan sempurna

Tanpa terlalu banyak kemeriahan yang mendekati kenikmatan dunia. Cukuplah rasa bahagia yang menyelimuti keluarga, sanak saudara, beberapa kolega, serta kita berdua khususnya, menjadi keriangan tersendiri dalam haru yang tercipta karena telah sah-nya untuk menjalani biduk rumah tangga. Aku memang tak mampu untuk memberikan kebahagiaan berlimpah di hari pernikahan kita, namun aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia di hari-hari pernikahan kita nantinya. Sejatinya pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan hidup kita, namun gerbang awal untuk membuka salah satu jalan menuju ridha-Nya.